Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Ibu, UNIMUS Buka PPDS Obstetri dan Ginekologi

Suara Muhammadiyah

9 October 2026

89
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obsgin), Rabu (7/10). Kehadiran program ini menjadi langkah strategis UNIMUS untuk menjawab kebutuhan dokter spesialis sekaligus memperkuat akses layanan kesehatan ibu dan reproduksi yang bermutu di Jawa Tengah.

Rektor UNIMUS Masrukhi mengatakan, pembukaan PPDS Obsgin disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pengembangan pendidikan dokter spesialis harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Alhamdulillah hari ini, Rabu 7 Oktober 2026, Universitas Muhammadiyah Semarang membuka satu Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Obsgin. Sudah tentu pembukaan prodi ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya

Dekan Fakultas Kedokteran UNIMUS Aisyah Lahdji menjelaskan, pembukaan PPDS telah melalui berbagai tahapan persiapan, mulai dari kurikulum, sumber daya dosen dan pembimbing klinik, sistem supervisi, rumah sakit pendidikan dan jejaring, sarana prasarana, tata kelola akademik hingga sistem penjaminan mutu.

"Program ini dikembangkan dengan arah menjadi PPDS Obsgin yang unggul, berkarakter Islam berkemajuan, berbasis teknologi, dan bereputasi internasional, dengan keunggulan keilmuan pada tata laksana hipertensi dalam kehamilan secara holistik dan komprehensif," tuturnya.

Pendidikan klinik PPDS Obsgin didukung RSUD Dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah sebagai rumah sakit pendidikan utama, serta rumah sakit jejaring seperti Rumah Sakit Roemani, Rumah Sakit UNIMUS, dan Rumah Sakit Muhammadiyah Kendal. Jejaring tersebut akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pendidikan dan ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD., Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, menilai pembukaan PPDS Obsgin bukan sekadar seremoni, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.

“Kebutuhan akan dokter spesialis itu sangat-sangat dibutuhkan untuk layanan kesehatan. Salah satu indikatornya adalah angka kematian ibu dan angka kematian bayi dan anak. Jadi di Jawa Tengah masih tinggi,” ungkapnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi menyebut, PPDS Obsgin UNIMUS memiliki arti penting karena layanan spesialis Obsgin di wilayah Semarang dan sekitarnya masih terbatas. Ia juga mengapresiasi kebijakan penerimaan awal yang dibatasi lima peserta dan diarahkan turut membuka kesempatan bagi dokter dari wilayah 3T.

“Diktisaintek Berdampak ini bukan hanya menghasilkan dokter yang berkualitas, tetapi impact-nya itu memberikan solusi,” ujarnya.

Dari sisi profesi, Ketua Dewan Pendidikan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Yudi Mulyana Hidayat mengingatkan agar penambahan program dokter spesialis selalu diikuti penguatan mutu pendidikan.

“Menambah jumlah prodi itu tidak semudah membalikkan tangan, karena prodi itu harus dijaga kualitasnya,” tegas Yudi.

Ketua Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia (KOGI), Ivan Rizal Sini menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang saling menghormati. Menurutnya, pendidikan dokter spesialis harus membentuk kompetensi sekaligus karakter dan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kualitas pendidikan itu sangat dipengaruhi bagaimana hubungan antara pendidik dan peserta didik,” ujarnya.

Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Ahmad Muttaqin menyebut, pembukaan PPDS Obsgin UNIMUS sebagai bentuk kontribusi PTMA dalam menjawab kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

“Kita yakin bahwa capaian dokter spesialis yang bermutu itu hanya bisa kita peroleh melalui kolaborasi,” tegasnya.

Kepala Program Studi PPDS Obsgin UNIMUS, dr. Muhamad Irsam, Sp.OG, Subsp. FER(K)., memastikan program siap menerima mahasiswa. Pendaftaran dijadwalkan pada 15 Oktober hingga 29 November 2026. PPDS akan didukung enam rumah sakit pendidikan dan jejaring, dengan rasio dosen dan peserta didik 1:3.

“Kita akan tetap berusaha agar ini terbaik mungkin. Mutu pasti kita akan utamakan,” tegas Irsam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom., berharap kehadiran program tersebut semakin memperkuat kontribusi UNIMUS terhadap pembangunan kesehatan daerah.

“Semoga dengan hadirnya program studi baru di UNIMUS ini membuat UNIMUS semakin jaya, semakin keren, semakin berkontribusi dan membantu Pemerintah Kota Semarang dalam bersama-sama mewujudkan Semarang yang sehat, Jawa Tengah yang sehat,” ungkapnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah - Umat Muslim di Kabupaten Pulang Pisau memadati halaman Masjid KH ....

Suara Muhammadiyah

2 April 2025

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di ruang rapat Bupati, Rabu 1/11/2023 Pimpinan Daerah Muhamma....

Suara Muhammadiyah

2 November 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kwarda Hizbul Wathan Surabaya menggelar Musyawarah Kwartir Daera....

Suara Muhammadiyah

23 December 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat menggelar pengaj....

Suara Muhammadiyah

14 February 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sejarah baru lahir dari rahim SD Aisyiyah Kota Malang. Sekolah yang mem....

Suara Muhammadiyah

1 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah