Pesan Ali Larijani untuk Negara-negara Teluk

Publish

18 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
91
Ali Larijani

Ali Larijani

Pesan Ali Larijani untuk Negara-negara Teluk

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy 

Di tengah perang yang membelah langit Teheran, kabar duka menyentak kesadaran dunia Islam. Rabu, 18 Maret 2026, Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi syahidnya Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Tokoh yang selama ini dikenal sebagai arsitek keamanan dan diplomat ulung ini gugur akibat serangan agresor gerombolan penjahat perang dunia; aliansi Amerika Serikat (AS) dan Zionis Israel pada Senin malam sebelumnya.

Kepergian Larijani bukan sekadar hilangnya seorang pejabat tinggi. Dalam struktur politik Republik Islam, ia adalah pemegang otoritas politik terkuat kedua setelah Pemimpin Tertinggi. Wafatnya Larijani menyusul syahidnya Pemimpin Rahbar Ayatullah Ali Khamenei yang wafat pada serangan pembuka perang, 28 Februari 2024 lalu. Kehilangan dua pilar utama dalam waktu yang berdekatan ini menandai fase paling krusial dalam sejarah perlawanan Iran modern. Namun, sebelum maut menjemput di medan juang, Larijani meninggalkan rangkaian pesan yang kini bergema sebagai "Wasiat Politik" bagi seluruh dunia Muslim.

Gugatan bagi Dunia Muslim

Hari-hari terakhir Larijani diisi dengan aktivitas diplomasi digital yang intens. Melalui akun X miliknya, ia menuliskan enam pesan fundamental yang ditujukan khusus kepada negara-negara Islam di kawasan Teluk Arab. Esensi dari pesan tersebut adalah sebuah gugatan terhadap narasi perseteruan sektarian yang selama ini memecah belah Timur Tengah.

Larijani menegaskan dengan nada yang lugas: Republik Islam Iran bukanlah musuh bagi negara-negara Teluk. Musuh sejati, menurut pengamatannya, adalah entitas Zionis Israel dan Amerika Serikat. Ia memotret sebuah realitas pahit di mana wilayah-wilayah Arab seringkali dijadikan pangkalan militer oleh kekuatan asing untuk menyerang sesama negara Muslim. Bagi Larijani, ini adalah bentuk penghinaan terhadap kedaulatan Islam yang seharusnya dijaga bersama.

Sang Filsuf Kantian itu meruntuhkan tembok kecurigaan yang selama puluhan tahun dibangun oleh propaganda Barat. Iran, dalam pandangan Larijani, tidak sedang berperang melawan tetangga sesama Muslim. Teheran sedang berdiri di garis depan melawan hegemoni yang ia sebut sebagai "penghisap kekayaan dan kedaulatan kawasan". 

Ilusi Perlindungan Barat

Poin paling tajam dalam pemikiran terakhir Larijani adalah peringatannya mengenai "kesetiaan semu" Washington dan Tel Aviv. Dengan gaya bahasa yang patriotik sekaligus tegas, ia memperingatkan para pemimpin Arab bahwa dua perusak dunia;AS dan Zionis tidak akan pernah memberikan perlindungan yang tulus kepada negara-negara Islam.

Larijani melihat bahwa aliansi yang dibangun Barat dengan beberapa negara Muslim hanyalah alat pragmatis yang bisa dibuang kapan saja jika kepentingan ekonomi dan geopolitik mereka berubah.

"AS-Zionis tak akan pernah setia melindungi negara Islam," demikian nukilan pesannya yang kini banyak dikutip media internasional. Ia mengajak dunia Islam untuk menyadari bahwa keamanan sejati hanya bisa dicapai melalui kemandirian kolektif antarnegara Muslim, bukan dengan menggantungkan nasib pada kekuatan luar yang memiliki agenda tersembunyi nan licik.

Pesan ini menjadi pukulan keras dan sangat relevan di tengah situasi perang yang semakin eskalatif. Larijani seolah mengatakan bahwa bom yang jatuh di Teheran hari ini, bisa saja jatuh di ibu kota negara Muslim lainnya besok jika persatuan tidak segera diwujudkan.

Penghormatan bagi Para Penjaga Kedaulatan

Selain pesan geopolitik, Larijani juga meninggalkan catatan emosional bagi internal Iran. Sesaat sebelum gugur, ia menyempatkan diri memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit Angkatan Laut Iran yang telah lebih dulu syahid. Ia menyebut keberanian para pelaut tersebut sebagai fondasi yang akan memperkuat struktur angkatan bersenjata Iran selama bertahun-tahun ke depan.

"Kenangan mereka akan selalu tetap di hati rakyat Iran," tulisnya. Kalimat ini kini berbalik menjadi doa bagi dirinya sendiri. Rakyat Iran kini meratapi hilangnya seorang martir yang hingga nafas terakhirnya masih memikirkan posisi negaranya di mata dunia internasional dan keutuhan umat Islam.

Epilog: Wasiat di Tengah Api Perang

Kematian Ali Larijani memang meninggalkan lubang besar dalam struktur komando Iran. Namun, secara ideologis, ia telah menanamkan benih pemikiran baru di kawasan. Seruannya kepada dunia Muslim untuk berhenti menjadi "pelayan kepentingan asing" dan mulai membangun aliansi internal yang solid menjadi tantangan besar bagi diplomasi di Timur Tengah.

Kini, saat Teheran bersiap melakukan pembalasan keras sebagaimana dijanjikan oleh otoritas Iran, dunia menunggu bagaimana negara-negara Teluk merespons wasiat Larijani. Apakah seruannya akan memicu rekonsiliasi besar di dunia Islam, ataukah justru Negara Teluk masih menjadi pengecut berdiam diri menyaksikan kejahatan perang ini?

Satu hal yang pasti, Ali Larijani telah pergi dengan kepala tegak. Ia menutup lembaran hidupnya bukan sebagai birokrat yang bersembunyi di balik meja, melainkan sebagai pejuang yang pesannya melintasi batas-batas negara, mengingatkan setiap Muslim tentang arti sejati dari kedaulatan dan persaudaraan. Di langit Teheran yang masih membara, wasiat itu kini terbang tinggi, mencari tempat di hati umat dengan berani yang merindukan kedamaian tanpa intervensi.

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Legal Reform First, Economic Transformation Next: Lessons from Surah Yusuf for President Prabowo O....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025

Wawasan

Urgensi Menjaga Marwah Persyarikatan Jelang Pilkada Oleh: Revvina Agustianti Subroto, Ketua Pimpina....

Suara Muhammadiyah

17 October 2024

Wawasan

Oleh: Bahrus Surur-Iyunk Agaknya kita yang telah menjalani Ramadhan beberapa hari ini harus menguku....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Wawasan

Oleh: Suko Wahyudi Islam adalah agama dan shalat adalah tiangnya. Agama adalah ajaran, sistem yang ....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024

Wawasan

Menuju Kesiapan Hidup Berumah Tangga Oleh: Teguh Pamungkas, Penyuluh Keluarga Berencana Perwakilan ....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah