Pesantren Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulsel Raih Medali Terbanyak KSMN 2026

Suara Muhammadiyah

27 September 2026

124
Istimewa

Istimewa

MALANG, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Pesantren yang berada di Kota Makassar ini berhasil meraih medali terbanyak pada ajang Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2 Tahun 2026.

KSMN ke-2 jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK tersebut digelar pada 21–24 September 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Malang, Jawa Timur.

Mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri dan Berprestasi”, kegiatan nasional ini mempertemukan santri dari berbagai pesantren Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari seluruh Indonesia.

Capaian Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulsel sebagai peraih medali terbanyak berdasarkan hasil rekapitulasi keputusan Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Berdasarkan nominasi 5 besar diantarnya pertama Ummul Mukminin meraih jumlah medali sebanyak 11 medali, pesantren Darul Arqam Punnia Pinrang 10 medali, lalu PP Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan 8 medali, Darul Arqam Gombara Makassar 8 medali dan Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fajar Kabupaten Malang Jawa Timur 7 medali.

Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulsel, Dra. Masriwaty Malik, M.ThI., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

Menurutnya, capaian prestasi yang diraih merupakan buah dari proses panjang, kerja keras dan kerja cerdas para santriwati bersama para pembina/pendamping yang sangat memuaskan.

“Ini hasil usaha yang panjang bagi para ananda dan pembina/pendamping, sehingga membuktikan prestasi yang membanggakan,” ungkap Masriwaty.

Ia juga mengapresiasi kekompakan tim yang dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan Ummul Mukminin dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.

"Juara ini bukan tentang angka medali semata, akan tetapi tentang proses perjuangan panjang dan peningkatan sungguh-sungguh yang luar biasa,” ungkap Masriwaty.

Bagi Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulsel, KSMN bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah pengembangan wawasan, pembentukan karakter, sekaligus momentum mempererat silaturahmi antarpesantren Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Indonesia.

KSMN merupakan agenda rutin yang dilaksanakan LP2 Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, para santri mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi, pengalaman, kemandirian, kedisiplinan, serta membangun jejaring persaudaraan dengan santri dari berbagai daerah.

Terpisah, Ketua Badan Pembina Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Prof. Hj. Siti Aisyah Kara, MA., Ph.D, menilai capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi yang terbangun antara berbagai unsur di lingkungan pesantren.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pimpinan, guru, pembina, pendamping, dan para santriwati.

“Ini bukti sinergitas yang baik antara pimpinan, guru, pembina, pendamping serta santriwati dan lainnya. Hasil ini menunjukkan proses yang bagus dan sistematis yang telah dilewati,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk melakukan persiapan yang lebih matang dalam menghadapi berbagai agenda dan kompetisi pada masa mendatang.

“Harapannya lebih intens lagi untuk persiapan event-event ke depan. Pelajari kekurangan dan pertahankan serta tingkatkan keunggulan dan kelebihan. Selamat semuanya, jazakumullah,” tuturnya.

Raihan medali terbanyak di KSMN 2026 ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan santri yang dilakukan secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar deretan medali, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulsel sekaligus menjadi motivasi bagi para santriwati untuk terus berprestasi dan mempersiapkan diri sebagai kader pemimpin bangsa yang disiplin, mandiri, dan berprestasi.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak Senin (21/9) tersebut diikuti 1.523 santri dari 132 regu utusan Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia.

Penutupan dilaksanakan melalui upacara yang berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah KH. Saad Ibrahim, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah Dr. KH. Maskuri, pimpinan pondok pesantren serta tamu pimpinan yang lain.

KH. Saad Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah menjaga disiplin, kebersamaan, dan semangat selama mengikuti seluruh rangkaian KSMN.

Saad menjelaskan, istilah kemah dalam bahasa Arab disebut khiyam. Istilah tersebut juga disebut dalam Surat Ar-Rahman ayat 72 yang menggambarkan tempat yang terjaga.

“Kemah dalam bahasa Arab disebut khiyam. Dalam Surat Ar-Rahman ayat 72 juga disebut khiyam, yang menggambarkan tempat yang terjaga,” ujarnya.

“Kemah saat ini juga berada di tempat yang tinggi. Maka makna kemah bagi para santri Muhammadiyah adalah diproyeksikan untuk naik yang tinggi,” pesan Saad menambahkan.

Karena itu, Saad menekankan pentingnya para santri membangun pola pikir yang jauh ke depan. Santri tidak diharapkan hanya menjadi generasi yang menunggu datangnya masa depan, tetapi perlu mempersiapkan diri sejak dini untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Para santri didorong untuk terus belajar, berkarya, berani memimpin, serta menghadirkan kemanfaatan bagi kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri Muhammadiyah dalam melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.

Sementara itu, Ketua LP2 PP Muhammadiyah Maskuri mengatakan KSMN ke-2 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan KSMN pertama yang digelar di Karanganyar pada 2024.

Menurutnya, KSMN dirancang untuk menanamkan 20 nilai budaya Pesantren Muhammadiyah kepada para santri. Nilai tersebut di antaranya keikhlasan, tafaqquh fiddin, kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, hingga kemampuan berpikir maju.

“Tujuan kemah ini bukan sekadar berkemah, tetapi melatih nilai-nilai budaya Pesantren Muhammadiyah,” jelasnya. (*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Pekalongan, Mudir dan dua Kepala Madrasah di lingkungan IMBS Miftah....

Suara Muhammadiyah

25 September 2024

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Sabtu, 4 Rajab 1446 H, bertepatan dengan 4 Januari 2025, Masjid Mu....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid atau pembaruan Isla....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 355 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) re....

Suara Muhammadiyah

10 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - H.E Masaki Yasushi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia menyampaikan ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah