Philanthropy Academy Lazismu Pusat, Dorong Pemberdayaan Anak Muda

Publish

25 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
66

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada hari Jum’at, 22 Mei 2026, menjadi hari yang sarat pengalaman dan pembelajaran yang bermakna. Pasalnya, sebanyak 11 orang peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat dinyatakan telah menyelesaikan program magang selama satu tahun sebagai praktik baik program pemberdayaan.

Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, mengatakan program pemberdayaan ini dirancang pada akhir 2024 menuju 2025 sebagai inovasi program pendistribusian dan pendayagunaan serta menjadi solusi atas masalah yang terjadi di lapangan.

“Dalam kesempatan kerja yang tersedia, selalu ada syarat melamar pekerjaan yang ditandai dengan pengalaman kerja minimal 1 tahun. Persyaratan inilah yang menjadi dasar pemberdayaan peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat yang dilaksanakan selama satu tahun,” ujarnya.

Jadi seluruh peserta mengikuti program ini, sambung Ardi, dari awal tahapannya, pertama pelatihan dan pengenalan Lazismu secara kelembagaan, bagaimana proses bisnisnya. Kemudian dilaksanakan pelatihan kerja lapangan di Lazismu Pusat.

Ardi menceritakan, ketika program ini dibuka sebanyak 50 orang mendaftar. Kemudian diseleksi menjadi 16 orang. Lalu dalam perjalanannya, berkurang menjadi 13 orang. Pada akhirnya yang tersisa menjadi 11 orang. “Ada banyak alasan yang akhirnya gugur di tengah jalan, salah satunya mereka telah keterima kerja di instansi lain,” jelasnya.

Sejauh ini para peserta sudah melewati dua fase latihan dan praktik kerja lapangan selama 1 tahun. Satu fase belum terlaksana yaitu mendesain program bersama. Pada hari ini, 11 orang yang bertahan dilepas secara resmi sebagai bentuk rasa syukur bahwa program pemberdayaan menjadi begitu penting.

“Ini bukan pelepasan sepenuhnya, tapi awal Kawan-kawan Philanthropy Academy untuk bisa berkarya misal di Lazismu atau lembaga lainnya. Bekal inilah yang perlu Kawan-kawan bawa dan jaga dalam berkarya selanjutnya,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan bahwa praktik baik ini bukan yang terakhir. Semua yang terseleksi pada dasarnya juga bagian dari seleksi ranah kehidupan praktis sehari-hari.

“Dulu waktu pelatihan kita belum memikirkan istilah akademi. Kalau kita telusuri di zaman Yunani kuno, kata akademi ini berangkat dari makna sekolah yang artinya waktu luang untuk mendapat wawasan dan berbagi pengalaman hidup yang bermakna,” paparnya.

Philanthropy Academy ini merupakan yang pertama, sebagai Batch 1. Bisa jadi setelah pelepasan ada pertemuan kembali dalam berkarya. Apa yang Lazismu berikan selama 1 tahun ini hanya berupa bekal. Yang terpenting, kata Mujadid Rais, kekuatan ilmu yang dibarengi kesiapan jasmaniah dan khazanah keilmuan lain.

“Latar belakang program pemberdayaan ini bersumber dari banyak kajian studi, dan semuanya bermuara pada ketauhidan. Belajar dari kisah Muaz bin Jabal ketika diutus Nabi ke suatu daerah untuk menegakkan tauhid. Pesan yang disampaikan pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW adalah bahwa beliau utusan Allah,” tandasnya.

Buat peserta Philanthropy Academy, lanjutnya, ada pelajaran berharga. Pertama, di sini untuk mengarungi kehidupan ke depannya membutuhkan kesiapan tauhid sebagaimana perintah zakat untuk memanifestasikan ketakwaan dengan menyucikan harta dan jiwa. Kedua, jika sudah menyebar ke berbagai tempat agar tetap mengingat Lazismu dan terus berbuat kebajikan.

Salah seorang peserta Philanthropy Academy, Tadjul Arifin, mewakili peserta lainnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Pusat atas kesempatan yang diberikan ini. “Ada banyak pembelajaran yang bermakna bahwa dalam bekerja membutuhkan perencanaan dan kerja sama tim yang saling melengkapi untuk kesuksesan suatu program,” tuturnya.

“Satu tahun ini kami manfaatkan sebaik mungkin dengan segenap penugasan dan tanggung jawab. Jujur dikatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazismu selama satu tahun ini,” tambah Tadjul.

Menandai proses pelepasan peserta Philanthropy Academy di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, secara resmi masing-masing penerima manfaat program pemberdayaan ini secara simbolik diberikan samir oleh jajaran pimpinan Lazismu Pusat sebagai tanda kelulusan program pemberdayaan tersebut.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka Muhammadiyah selenggarakan Silaturahmi Faith to Action Ne....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melalui Lembaga Budaya, Seni,....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Ratusan mahasiswa dan dosen prodi Manajemen UM Bandung melakukan....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Berita

JEMBRANA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Te....

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) di Muhammadiyah, merupakan....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah