Puasa Tidak Hanya Menahan Lapar dan Dahaga, Tubuh Aktifkan Autofagi

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

1004
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Pengejawantahan ibadah puasa (ash-shiyam) berimplikasi pada rukun Islam yang keempat. Hal utamanya, melatih umat Islam untuk menahan lapar dan dahaga. Namun ternyata, dalam realitas kehidupan, Muhammad Saad Ibrahim, menyingkap sebuah fakta lain yang menarik.

Berpokok pangkal dari temuan Ahli biologi sel asal Jepang, Yoshinori Oshomi, yang menemukan sistem autofagi (Autophagy). Lewat penelitiannya ini kemudian, ia mendapat penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2016.

Autofagi, kata Saad, sebagai sebuah proses dekomposisi sel-sel yang stres karena tidak mendapatkan asupan nutrisi. “Ketiak stres itulah, akhirnya sel itu memakan dirinya sendiri,” ujar Saad di TvMu Channel dalam program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim, Rabu (18/2).

Bagian yang dimakan oleh sel itu sendiri, lanjut Saad, merupakan bagian-bagian yang rusak atau tidak diperlukan dalam tubuh. Komponen tersebut kemudian didaur ulang dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi untuk memperbaiki sel.

“Dengan demikian, sel tersebut akan menjadi baik,” terang Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Di sinilah implikasi dari penemuan Yoshinori. Seluruh rangkaian tersebut, ditemukan pada saat berpuasa. “Itu jelas menjadi ajaran dari Islam,” tegas Saad.

Pada saat yang sama, juga berlaku pada umat-umat sebelumnya. Tentu ini berjalin-berkelindan dengan Qs al-Baqarah ayat 183. Maknanya, ibadah puasa bukan mengajarkan mengenai haus dan lapar, tetapi mengandung pengajaran sarat makna di dalamnya.

“Dalam konteks untuk memberikan dampak sehatnya fisik kita, sehatnya sel-sel kita,” urainya.

Termasuk juga kemudian, sistem autofagi ini, membantu tubuh membersihkan dan mencegah dari pelbagai penyakit, seperti kanker. Dengan kata lain, pengejawantahan ibadah puasa benar-benar memberikan manfaat (maslahat) yang amat banyak untuk tubuh manusia.

“Yang kemudian itu, yang dianggap sudah tidak baik lagi, pada proses autofagi diolah kembali dan kemudian menjadi sehat. Sekali lagi, puasa punya dampak positif bagi kehidupan,” tutup Saad. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Semangat kolaborasi lintas iman dan kepedulian terhadap isu lingkungan h....

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terpilih sebagai salah satu pergur....

Suara Muhammadiyah

25 November 2025

Berita

Bappenas Bersama Kedutaan Australia Berkomitmen Dukung Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Lansia  Y....

Suara Muhammadiyah

10 August 2024

Berita

Oleh: Dr Muhammad Nasri Dini, Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo إنَّ الْحَمْدَ....

Suara Muhammadiyah

18 June 2026

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah – Hizbul Wathan (HW) adalah gerakan kepanduan otonom di ling....

Suara Muhammadiyah

13 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah