TERNATE, Suara Muhammadiyah – Pengukuhan guru besar dan pelantikan rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, berlangsung di gedung auditorium Hi Abdullah Tjan Hoatseng, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Kamis (2/4).
Prof Dr Ranita Ropet dilantik sebagai Rektor UMMU periode 2026-2030. Acara pelantikan dihadiri oleh pengurus pusat Muhammdiyah, Walikota Ternate, Forkompimda Provinsi dan Kota, stakeholder dan para sivitas akademika serta tamu undangan lainnya.
Ranita mengatakan, pengukuhan guru bersar bukanlah sekedar seremoni, tapi keberlanjutan intelektual estafet pimpiman. “Hari ini adalah napas baru untuk keberlangsungan visi besar kita bersama. Saya menyedari sepenuhnya bahwa memimpin sebuah perguruan tinggi ditengah dinamika yang ada bukanlah tugas yang ringan,” ujarnya.
Menurut Ranita, perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan inovasi, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial global.
“Sebagai pimpinan universitas, kedepan harus dibangun berlandas semangat kolaborasi, integritas, inovasi dan profesionalisme sehingga seluruh potensi kita angkat untuk mencapai visi bersama,” ujar Rektor.
Menurutnya, penguatan kualitas pendidikan, peningkatan kapasitas, pengembangan pengabdian kepada masyarakat serta tata kelola universitas yang transparan dan akuntabel akan menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya kedepan, termasuk nilai-nilai Al Islam kemuhammadiyaan harus terus ditanamkan disetiap langkah kedepan.
Kepala LLDIKTI Wilayah XII sekaligus Rektor UMMU periode 2017-2025, Saiful Deni secara menekankan pentingnya peningkatan jabatan fungsional dosen internal UMMU. Saiful menyebutkan, masih ada sekitar 17 persen dosen yang belum memiliki jabatan fungsional, dan ini menjadi tugas ibu rektor baru untuk terus mendorong mereka.
"Insya Allah, ketika usulan masuk, kami langsung bisa melayani seluruh kebutuhan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di Wilayah 12. Ini menjadi komitmen kami untuk memprosesnya langsung," tegasnya.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto menekankan pentingnya mengakhiri fiksi atau konflik internal kampus dan menegakkan prinsip kebersamaan.
"Di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah itu minimal ada satu rumus yang kalau ini dipegangi, insya Allah bisa maju. Tapi kalau ini dilanggar, berat untuk memajukan kampus itu. Yaitu apa? Kebersamaan antara rektor dengan seluruh jajarannya, rektor dengan BPH (Badan Pembina Harian) dan rektor dengan Persyarikatan dan seterusnya," jelasnya.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dalam sambutanya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tinginya kepada Ranita Rope dikukuhkan sebagai guru besar sekaligus rektor UMMU yang baru. Pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggan pribadi tetapi juga menjadi kebanggaan bagi institusi, daerah dan masyarakat Maluku Utara secara keseluruhan.
“Guru besar provesor adalah simbol keilmuan tertinggi yang akan mampu menjadi motor penggerak kemajuan inovasi serta pembangunan sumber daya manusia. Saya juga menyampaikan selamat kepada rektor yang memecahkan rekor sebagai rektor perempuan pertama di Maluku Utara,” ucap Wali Kota. (Humas)
