MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pelataran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berubah menjadi lautan energi, Kamis (12/2/2026).
Ribuan pelajar Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul.
Bukan untuk adu argumen atau kompetisi sains dulu, melainkan untuk menyatukan gerak dalam senam kolosal "Senam Anak Indonesia Hebat" yang menandai semarak Olympic Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII di Makassar.
Kegiatan ini menjadi salah satu sorotan utama dalam perhelatan akbar dua tahunan tersebut.
Tercatat, ribuan peserta mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah memadati area kampus, menciptakan pemandangan spektakuler dengan gradasi warna seragam olahraga yang beragam namun tetap satu dalam semangat fastabiqul khairat.
Alunan musik yang ceria mulai berdentum di sela-sela gedung pencakar langit Unismuh. Begitu instruktur memulai gerakan, ribuan tangan serentak bergerak mengikuti irama.
Senam "Anak Indonesia Hebat" ini bukan sekadar aktivitas fisik; ia adalah simbol ketangguhan, kesehatan, dan optimisme generasi masa depan Muhammadiyah.
Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PW Muhammadiyah Sulsel Prof. Erwin Akib, yang turut menyaksikan kemeriahan tersebut, menyampaikan apresiasi mendalamnya.
Beliau menekankan bahwa kesehatan raga adalah pondasi dari kecerdasan intelektual.
"Lewat senam ini, kita ingin melahirkan kader yang tidak hanya unggul di meja olimpiade, tapi juga memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat. Senam ini adalah simbol bahwa pelajar adalah generasi yang tangguh dan bergembira dalam menuntut ilmu," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Di antara barisan, terlihat keceriaan yang tulus—sebuah gambaran ideal mengenai profil "Anak Indonesia Hebat" yang sehat secara jasmani dan cerdas secara spiritual.
"OlympicAD bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah panggung silaturahmi nasional. Melalui gerakan senam yang kompak ini, kita ingin menanamkan rasa kebersamaan bahwa mereka adalah bagian dari satu ikatan besar, satu Indonesia, dan satu Muhammadiyah," tambahnya.
Rektorat Unismuh Makassar Dr. Rakhim Nanda sebagai tuan rumah menyatakan kebanggaannya dapat memfasilitasi pertemuan akbar ini.
"Kampus biru tersebut tidak hanya menjadi saksi bisu kompetisi prestasi, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi kebudayaan dan kesehatan melalui gerakan senam yang harmonis," tuturnya.
Terpisah, disampaikan salah satu pendamping peserta Lomba Kontingen Makassar Muslimah Jalaluddin menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terlaksananya kegiatan senam ini.
"Kota Makassar menjadi saksi sejarah atas terlaksananya OlympicAD VIII, apalagi cuaca yang bersahabat memberi semangat para peserta yang hadir," tuturnya.
Diketahui, berdasarkan data panitia menunjukkan total partisipan sebanyak 8.525 orang, terdiri dari 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping.
Mereka berasal dari 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Sekitar 700–800 sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang turut ambil bagian.
Usai mengikuti agenda “Senam Anak Indonesia Hebat” pada pagi hari, lalu dilanjutkan dengan beberapa Workshop, yakni Workshop International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Bekerja di Luar Negeri untuk Siswa SMK.
Kemudian agenda pembukaan OlympicAD VIII akan dimulai, Kamis 12 Februari 2026 pukul 13.30 Wita di Gedung Balai Sidang Unismuh Makassar. (*)

