Selagi Ada Kesempatan, Perbanyak Beramal dan Berbuat Kebaikan

Suara Muhammadiyah

13 September 2026

91
M Muchlas Abror. Foto: Cris

M Muchlas Abror. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hidup di dunia tidak selamanya. Siapa pun tanpa terkecuali ajal pasti akan datang. “Di mana pun dan kapan datangnya, kita semua tidak ada yang tahu,” ungkap M Muchlas Abror.

Karena itu, mengingat amat misteriusnya kehidupan esok hari, Muchlas mengajak agar bijak-bestari dalam memanfaatkan tempo tersisa sebagaimana semestinya.

“Kehidupan ini harus diisi dengan amal yang baik, kerja keras, serta pengabdian kepada Allah SwT,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 tersebut.

Sebab, waktu yang telah pergi, tak pelak tak bisa kembali lagi. “Waktu yang masih ada ini, kita mesti berbuat yang baik,” tekannya.

Implementasinya dalam konteks kehidupan sosial-bermasyarakat, pinta Muchlas, mesti berbuat baik sesama tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.

“Harus saling menghargai, saling membantu, dan menjaga hubungan dengan sesama,” ujarnya saat Pengajian Ahad Pagi di Masjid Mataram, Pakel Baru, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Ahad (13/9).

Memang menjadi keharusan untuk melakukan konteks di situ. Di satu sisi, diseru pula perlunya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

“Inilah kesempatan yang baik yang mesti kita lakukan selagi masih ada sisa waktu,” sambungnya.

Tentu hal demikian berimplikasi dengan wejangan Nabi Muhammad Saw agar menggunakan kesempatan ini sebelum datangnya kesempitan sebagaimana terekam di riwayat ak-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

“Pesan hadis ini mengajarkan agar manusia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah SwT,” beber Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah tersebut.

Derivasi hadis itu mengerucut hususnya pada konteks masa muda, yang kata Muchlas, harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan.

“Jangan sampai masa muda berlalu tanpa diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai ketika sudah tua baru menyadari bahwa banyak kesempatan yang telah terlewatkan,” tegasnya.

Demikian pula dengan kesehatan. Kesehatan menjadi barang termahal nilainya yang tak bisa tergantikan oleh apa pun. “Selagi sehat, gunakanlah kesehatan untuk beribadah, bekerja, dan melakukan amal kebaikan,” ajaknya.

Bekerja dan beramal menjadi kesaksamaan bagi umat Islam yang mesti diejawantahkan. Bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.

“Kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab merupakan bagian dari amal saleh,” sebut Muchlas.

Dengan waktu yang masih ada, kesempatan hari ini semestinyalah kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan dan memberikan kemanfaatan bagi sesama.

“Kita dapat mengisi dan menggunakan wkatu sebaik-baiknya. Kita banyak berbuat kebaikan kepada sesama. Sehingga semakin tinggi tingkat kebermanfaatannya bagi orang lain, amal itu semakin utama dan berkah,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya ....

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

Berita

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh yang juga Ketua BPH STIKe....

Suara Muhammadiyah

7 February 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasm....

Suara Muhammadiyah

2 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan sudah tiba. Memasuki bulan mulia ini, Ketua Um....

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan bergema dengan tawa ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah