YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Suasana haru dan bangga menyelimuti Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Gemuruh Salawat Badar mengalun syahdu mengiringi langkah rombongan santri yang disambut bagaikan pahlawan baru pulang dari medan perang oleh ratusan santri lain dan jajaran guru pembina yang membentuk barisan pagar ayu di sepanjang pintu gerbang pesantren. Rombongan ini disambut hangat dan dijemput langsung oleh Pimpinan Pondok, H. Rusman, S.Ag.
Penyambutan meriah ini menjadi penawar lelah usai menempuh perjalanan panjang ribuan kilometer lintas pulau dan darat. Rombongan yang terdiri dari 20 orang santri dan 4 orang pembina tersebut bertolak dari Malang via Surabaya pada 24 September 2026. Setelah mendarat di Makassar pada hari Sabtu, rombongan sempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan darat malam hari sejauh 443 Km dari Makassar menuju Masamba, lalu menempuh sekitar 20 Km sisa perjalanan hingga akhirnya tiba di Balebo pada Minggu subuh.
Perjuangan panjang ini membuahkan hasil manis. Pesantren Darul Arqam Balebo berhasil memboyong Medali Emas (Juara 1) pada cabang Lomba Tilawah tingkat SLTP/SMP/MTs atas nama A. Muh. Aqil Kakak Maulana.
Kemenangan Aqil menjadi kisah pembuktian diri yang sangat emosional. Sebelumnya, Aqil pernah berlaga di ajang Kemah Santri Nasional (KSN) I di Karanganyar tahun 2024 lalu. Namun kala itu, ia belum berhasil meraih juara akibat kondisi kesehatannya yang kurang fit saat bertanding. Tak patah semangat, Aqil kembali bangkit pada edisi KSN kali ini dan sukses membuktikan kualitasnya sebagai yang terbaik di tingkat nasional.
Keberhasilan ini tak lepas dari persiapan matang. Sebelum bertolak ke Pulau Jawa, ke-20 santri telah mengikuti karantina intensif di Ma'had Al-Birr Unismuh Makassar selama empat hari (14–17 September 2026) yang diselenggarakan oleh LP2M PWM Sulawesi Selatan.
Ungkapan rasa syukur turut disampaikan oleh Pimpinan Pondok, H. Rusman, S.Ag. Beliau bersyukur seluruh rombongan dapat kembali ke pondok dalam keadaan sehat, selamat, dan penuh rasa syukur atas capaian yang diraih.
Capaian ini terasa begitu istimewa mengingat Pesantren Darul Arqam Balebo berada di pelosok Sulawesi Selatan dengan kondisi yang relatif sederhana. Meski bertanding di tengah keterbatasan dan bersaing ketat dengan pesantren-pesantren Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, pesantren ini membuktikan mampu bersaing dan mengukir prestasi tertinggi. Satu medali emas ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kejayaan di tingkat nasional. (Haidir Fitra Siagian)

