JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seni budaya menjadi bagian penting dalam menciptakan dakwah yang mencerahkan.
Inilah cuilan Haedar Nashir yang dikemukakan dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (10/7).
Input dari dakwah mencerahkan itu, kata Haedar, muatannya mencakup jiwa yang luhur. Yang hal demikian itu terpatri di dalam diri setiap insan.
"Dan manusia yang selalu dekat dengan Allah, tetapi ihsan terhadap sesama dan lingkungan," beber Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.
Haedar menyampaikan itu di Gedung Theater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat, tempat pembukaan Rakernas LSB PP Muhammadiyah.
Yang seperti itu, kata Haedar merupakan bagian dari instrumen penting dalam akumulasi basis dakwah lewat seni budaya.
"Saya yakin satu instrumen penting dari kepentingan dakwah seperti itu adalah lewat seni dan budaya," tambahnya.
Mengambil sampel, mendendangkan Mars Sang Surya. Menurut Haedar, di situ terjadi persenyawaan jiwa yang tergugah hatta sentuhan terdalam dari dendang mars tersebut.
"Betapa rasa kita tergugah dan menyatukan rasa itu dalam kolektivitas yang kohesif bahwa kita warga Muhammadiyah bersatu di dalam satu semangat Sang Surya," ujarnya.
Sampel kecil ini menunjukkan betapa substansialnya seni budaya sebagai perekat identitas bangsa. Bahwa sejak terbentuknya Hizbul Wathan, Drumband, misalnya, disebut Haedar menjadi ciri pergerakan Muhammadiyah.
"Bahkan seni beladiri Tapak Suci juga menjadi bagian dari identitas kita yang sekarang sudah diterima sampai diberbagai negara," tegasnya.
Karena itu, Haedar mengatakan, program seni budaya menjadi relevan di Muhammadiyah. Kenapa dikatakan begitu?
"Untuk mengembangkan dakwah kultural dan membangun masyarakat yang utama, masyarakat terbaik," tekannya. (Cris)

