Simpul Daerah Harus Kuat: PDM Klaten Serukan Koordinasi Hingga Akar Rumput

Suara Muhammadiyah

4 May 2026

331
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Kekuatan sebuah gerakan dakwah tidak hanya terletak pada kuantitas massa, melainkan pada soliditas simpul koordinasi dari tingkat pimpinan daerah hingga ke akar rumput. Hal inilah yang ditekankan oleh H. Muhammad Wahid Syaifuddin, M.Pd., Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, dalam forum Obsesi (Obrolan Santai dan Edukasi Kaderisasi) yang diselenggarakan oleh Pemuda Muhamammadiyah Klaten, Kamis malam (30/04).

Dalam orasinya, Wahid yang juga merupakan mantan Ketua PDPM Klaten ini menyoroti urgensi penguatan simpul koordinasi sebagai motor penggerak utama bagi pimpinan di tingkat bawah. Menurutnya, kegairahan pimpinan di tingkat ranting dan cabang sangat bergantung pada seberapa kuat instruksi serta pendampingan yang diberikan oleh pimpinan di tingkat daerah.

Memutus Rantai Kaderisasi yang Parsial
Wahid Syaifuddin memberikan catatan kritis terhadap pola kaderisasi yang selama ini berjalan secara parsial atau terputus antar organisasi otonom (Ortom). Ia melihat adanya tantangan besar di mana kader yang berasal dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sering kali tidak terserap secara optimal ke dalam Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiatul Aisyiyah (NA).

"Kita harus memastikan adanya kesinambungan. Pola kaderisasi harus berjenjang dan terkoneksi dengan baik antara IPM, Pemuda, hingga nantinya masuk ke jajaran Muhammadiyah maupun Aisyiyah," tegas Wahid. Ia berharap tidak ada lagi sekat yang menghalangi transformasi kader antar-ortom agar setiap individu memiliki rasa keberlanjutan dalam berkhidmat di persyarikatan.

Simpul Daerah Sebagai Kunci Gerakan
Lebih lanjut, Wahid mengingatkan bahwa pimpinan di tingkat daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh pimpinan cabang tetap aktif dan bergerak. Tanpa koordinasi yang intensif, dikhawatirkan program-program besar hanya akan berhenti di tingkat atas tanpa menyentuh kebutuhan rill para kader di tingkat cabang maupun ranting.

"Simpul kita di daerah harus kuat. Jika di tingkat daerah saja koordinasinya tidak berjalan dengan baik, bagaimana kita bisa mengharapkan pimpinan cabang dan ranting bisa bergerak efektif?" tambah Wahid.

Penekanan pada simpul koordinasi ini diharapkan mampu memicu kembali semangat kolaborasi antar-kader dalam mengawal produk dan karya nyata organisasi demi kemajuan umat di Klaten. (Thms)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ah....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah De....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) terus memperkuat langkah ....

Suara Muhammadiyah

26 June 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menorehkan presta....

Suara Muhammadiyah

3 August 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Pergantian pejabat di perguruan tinggi bukan sekadar perubahan s....

Suara Muhammadiyah

27 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah