PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah — SMP Muhammadiyah Wiradesa menjadi salah satu pelopor penerapan sistem blok dalam pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pekalongan. Inovasi ini diterapkan sebagai upaya sekolah menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, mendalam, dan membantu siswa memahami materi secara lebih optimal.
Penerapan sistem pembelajaran blok di SMP Muhammadiyah Wiradesa dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Pada tahap awal, sekolah menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengaturan dan pembagian jam mengajar. Perubahan pola pembelajaran juga menuntut guru dan siswa untuk beradaptasi dengan sistem yang berbeda dari sebelumnya.
Penyesuaian jadwal, pengelolaan waktu belajar, serta perubahan kebiasaan pembelajaran menjadi bagian dari proses adaptasi. Meskipun demikian, berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan komitmen sekolah untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran.
Kepala SMP Muhammadiyah Wiradesa, Miftachudin, S.Pd.I., menyampaikan bahwa sekolah telah menerapkan sistem pembelajaran blok selama satu tahun ajaran dan melanjutkannya pada tahun ajaran 2026/2027.
“Alhamdulillah, SMP Muhammadiyah Wiradesa sudah melaksanakan sistem pembelajaran blok selama satu tahun ajaran. Pada awal penerapan tahun ajaran 2025/2026, tentu ada berbagai tantangan yang kami hadapi, terutama dalam pembagian jam mengajar. Guru dan siswa juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola pembelajaran yang baru,” ujar Miftachudin.
Menurutnya, evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai masukan serta hasil yang diperoleh selama proses pembelajaran. “Berdasarkan survei yang dilakukan kepada orang tua serta hasil evaluasi nilai akademis dan nonakademis siswa, kami melihat adanya peningkatan. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi sekolah untuk kembali menerapkan sistem blok pada tahun ajaran 2026/2027,” tambahnya.
Salah satu siswa kelas VIII A, Aisyah Azyan, juga memberikan tanggapan positif. Ia mengatakan bahwa sistem blok membuatnya lebih mudah memahami materi karena dapat belajar dengan fokus.
“Saya merasa pembelajaran dengan sistem blok lebih memudahkan saya dalam memahami pelajaran. Dengan sistem ini, saya bisa lebih fokus mempelajari materi sehingga lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru,” ungkap Aisyah.
Keberlanjutan sistem blok pada tahun ajaran 2026/2027 menjadi bagian dari komitmen SMP Muhammadiyah Wiradesa untuk terus melakukan inovasi pendidikan. Pengalaman dan evaluasi dari tahun pertama diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan pembelajaran sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta mendukung peningkatan prestasi akademis dan nonakademis siswa.

