Siswi SD Muhammadiyah Noyontaan Borong Dua Emas di Penjas UMPP Pencak Silat Open Championship 2026

Suara Muhammadiyah

23 August 2026

87
Silat

Silat

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Mahira Azkiya Zulfa pulang membawa dua medali emas dari Penjas UMPP Pencak Silat Open Championship 5, 2026. Pesilat berusia 10 tahun itu menjadi juara di dua kategori sekaligus, yakni seni tunggal tangan kosong putri usia dini dan laga Kelas A putri. 

Siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Noyontaan, Kota Pekalongan, tersebut menjadi satu-satunya peserta yang turun di dua kategori itu sekaligus dan berhasil menyapu bersih keduanya. 

Kejuaraan yang berlangsung 21-22 Agustus 2026 di GOR Abirawa, Kabupaten Batang, itu diikuti sekitar 392 atlet dari 30 perguruan pencak silat. 

Tampil Terakhir, Zulfa Tetap Fokus 

Di kategori seni tunggal tangan kosong putri usia dini, Zulfa harus bersaing dengan 15 peserta yang dibagi dalam empat pool. Ia mendapat giliran tampil paling akhir. 

Meski harus menunggu peserta lain selesai bertanding, Zulfa tetap fokus saat memasuki arena. Tatapan matanya tajam. Gerakan tangan dan kaki dibawakannya dengan perpaduan tempo cepat dan lambat. 

Liukan tubuhnya mengikuti rangkaian jurus dengan gerakan yang terlihat lembut, tetapi tetap kuat. Penampilannya berlangsung 1 menit 20 detik dan mendapat nilai 9.775. 

Nilai tersebut sama dengan Agustina Anundya Salma dari Ponpes Darul Ilmi Gapura yang menjadi runner-up. Zulfa kemudian keluar sebagai juara pertama. 

Di Laga, Zulfa Menang Telak 

Setelah nomor seni selesai, Zulfa kembali bertanding di kategori laga Kelas A putri. 

Di kelas ini terdapat empat peserta. Zulfa harus melewati semifinal dan final untuk meraih emas kedua. 

Semifinal mempertemukan Zulfa dengan Rubina Haura Kamal dari Kabupaten Pekalongan. Zulfa menang dengan skor 20-1 dalam dua ronde. 

Di final, Zulfa berhadapan dengan Asqila. Pertandingan hanya berlangsung satu ronde setelah Zulfa unggul 20-0. Laga dihentikan karena salah satu pesilat sudah mencapai 20 poin. 

Pelatih Zulfa di Tapak Suci Pimda Kota Pekalongan, Aris Murando, mengatakan persiapan menghadapi pertandingan tidak hanya dilakukan dengan latihan teknik. 

“Persiapannya cukup latihan tiap hari. Selain latihan juga kita memberikan latihan mental, pendekatan, chemistry dan lain-lain,” kata Aris. 

Mental bertanding itu terlihat saat Zulfa berada di arena. Ia tampak santai dan tidak banyak ragu menghadapi lawan. 

Taekwondo dan Pencak Silat Dijalani Bersamaan 

Kepercayaan diri Zulfa di arena juga tidak lepas dari pengalamannya berlatih taekwondo. Ia sudah belajar taekwondo sejak usia lima tahun, sedangkan pencak silat mulai ditekuni sejak usia tujuh tahun. 

Jadi, Zulfa bukan berpindah dari taekwondo ke pencak silat. Keduanya tetap dijalani bersamaan. 

Dalam kondisi normal, ia berlatih taekwondo tiga kali seminggu pada sore hari dan pencak silat tiga kali seminggu pada malam hari. 

Menurut Aris, pengalaman taekwondo membantu Zulfa lebih siap menghadapi pertandingan. Kelenturan kaki juga membuatnya lebih leluasa ketika melakukan tendangan maupun gerakan kaki dalam pencak silat. 

Namun, selama empat bulan terakhir Zulfa sementara berhenti berlatih taekwondo atas saran dokter agar tidak terlalu kelelahan. Latihan pencak silat tetap dijalaninya tiga kali dalam sepekan. 

Awalnya Cuma Ingin Latihan 

Menariknya, ketika pertama kali mengenal bela diri, Zulfa tidak berpikir soal kejuaraan ataupun medali. 

“Saya senang ikut silat dan taekwondo. Awalnya cuma ingin ikut latihan saja, bukan untuk ikut kejuaraan atau lomba,” ujar Zulfa. 

Orang tua Zulfa, Mukhtarom, mengatakan ketertarikan Zulfa terhadap taekwondo muncul ketika ia berusia lima tahun. Saat itu Zulfa melihat latihan taekwondo di GOR Jetayu Kota Pekalongan. 

Zulfa kemudian meminta sendiri kepada ayahnya untuk ikut latihan. 

“Dia bilang ke saya minta ikut latihan. Ya sudah saya daftarkan,” kata Mukhtarom. 

Saat masuk SD Muhammadiyah Noyontaan, Zulfa mengenal pencak silat melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dari sana ia kemudian berlatih di Perguruan Tapak Suci Muhammadiyah Pimda Kota Pekalongan. 

Di Tapak Suci, Zulfa dilatih Aris Murando, Bintang Saputera dan Wida. Latihan digelar tiga kali dalam sepekan di kompleks Panti Asuhan Muhammadiyah Noyontaan. 

Empat Kali Bertanding, Empat Kali Emas 

Dua emas dari Penjas UMPP Pencak Silat Open Championship 5, 2026 menambah koleksi medali Zulfa menjadi empat. 

Sebelumnya, ia meraih emas pada UMPP Open Pencak Silat 2025 di GOR Jetayu. Pada tahun yang sama, Zulfa juga menjadi juara pertama dalam UIN Gusdur Taekwondo Competition di Kampus UIN Gusdur Pekalongan. 

Empat kali mengikuti kejuaraan taekwondo dan pencak silat, empat kali pula Zulfa meraih juara pertama. 

“Senang bisa dapat medali emas. Sekarang total ada empat medali emas dikoleksi,” katanya. 

Latihan bela diri juga tidak membuat prestasi sekolahnya tertinggal. Sejak kelas 1 hingga kelas 4, Zulfa mampu mempertahankan posisi tiga besar di kelas. 

Di sekolah, pelajaran yang paling disukainya adalah matematika. Cita-citanya pun bukan menjadi atlet. Zulfa ingin menjadi dokter. 

Mukhtarom berharap putrinya tetap semangat berlatih sekaligus mempertahankan prestasinya di sekolah. 

“Alhamdulillah setiap pertandingan selalu dapat medali emas, semoga terus semangat dan prestasi di dalam kelas juga ikut melejit,” ujar Mukhtarom. 

Ajang Mencari Bibit Pesilat 

Penjas UMPP Pencak Silat Open Championship 5, 2026 tidak hanya mempertandingkan kategori usia dini. Ajang tersebut juga diikuti peserta dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga umum. 

Wakil Rektor UMPP Aslam Fatkhudin, mengatakan kejuaraan tahun kelima itu diikuti sekitar 392 atlet dari 30 perguruan pencak silat. Selain memperkenalkan pencak silat sebagai budaya bangsa, kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk mencari bibit atlet. 

“Barangkali bisa dimanfaatkan oleh Pemda setempat untuk bisa dikirim ke tingkat lebih tinggi, misalnya kejuaraan tingkat provinsi, nasional, bahkan sampai internasional,” kata Aslam. 

Ketua IPSI Kota Pekalongan Fauzi Umar Lahji menilai kejuaraan yang digelar UMPP selama lima tahun terakhir mulai menunjukkan hasil dengan munculnya bibit-bibit baru dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang, Tegal dan daerah sekitarnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MI Muhammadiyah) Karangany....

Suara Muhammadiyah

15 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Halal Bihalal dilakukan oleh keluarga besar Masjid Muttaqien ....

Suara Muhammadiyah

14 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW ....

Suara Muhammadiyah

24 January 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Di tengah tuntutan profesionalisme pekerja sosial di Indonesia, Program....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah - Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ar....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah