Soal Obat Mahal, MPKU Jatim Dorong Pemerintah Gandeng Perguruan Tinggi

Suara Muhammadiyah

4 July 2024

1622
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pemerintah seharusnya bisa melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengatasi sengkarut harga obat yang mahal di Indonesia. Langkah tersebut dinilai sangat efektif agar masalah obat mahal di dalam negeri tidak berlarut-larut.

"Saya yakin perguruan tinggi kita mampu kalau diberi kepercayaan. Ketika masa pandemi Covid-19 dulu, beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga mampu mengembangkan vaksin," ujar Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum  (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr. Mundakir, Kamis (5/7/2024).   

Menurut Mundakir, masalah obat mahal harus menjadi perhatian serius, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Sebab, kondisi ini berdampak besar karena beban masyarakat terutama dari golongan ekonomi menengah ke bawah yang kesulitan mendapatkan obat. 

"Ketidakmampuan mereka membeli obat lantaran harganya yang tinggi itu menyebabkan pengobatan tertunda atau tidak optimal," tegas wakil rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya ini. 

Kata dia, problem obat mahal sudah berlangsung sejak lama. Harga obat dan alat-alat kesehatan di dalam negeri diketahui jauh lebih mahal 300-500 persen, atau 3-5 kali lipat dibanding negara tetangga termasuk Malaysia.

Fakta ini telah memantik reaksi pemerintah. Dalam rapat internal bersama menteri, Selasa (4/7/2024), Presiden Joko Widodo meminta jajaran anggota kabinet, khususnya Kementerian Kesehatan untuk memastikan harga alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan dapat ditekan turun agar setara dengan negara-negara lain. 

Penyebab obat mahal juga telah disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Salah satunya adalah inefisiensi perdagangan. Oleh sebab itu, perlu ada tata kelola yang lebih transparan untuk mencari kombinasi semurah mungkin bagi pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan di Indonesia. 

Dengan menggandeng perguruan tinggi, terang Mundakir, pemerintah bisa memaksimalkan sumber daya manusia yang berkompeten dan fasilitas penelitian yang dapat digunakan untuk mengembangkan obat-obatan baru. 

"Pemerintah bisa mendukung pendirian fasilitas produksi obat di kampus atau menjalin kerja sama dengan industri farmasi lokal untuk memproduksi obat hasil penelitian perguruan tinggi," sebut dia.

Mundakir lalu menceritakan pengalamannya ikut International Winter School (IWS) tahun 2023 yang diselenggarakan Tehran University of Medical Sciences (TUMS).  Di sana, dia mengunjungi Endocrine and Metabolism Research Institute (EMRI), salah satu dari 50 pusat penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran dasar klinis dan eksperimental di bidang endokrinologi dan metabolisme dengan fokus pada diabetes dan osteoporosis. 

TUMS juga punya Pharmaceutical Incubator (PI), tempat riset dan produksi obat-obatan. Incubator ini memliki 12 perusahaan afiliasi sebagai pengembangan produksi dan pemasaran dari produk yang dihasilkan.

"Di sana sudah bisa memproduksi 120 produk farmasi penting dan telah meluncurkan 60 produk farmasi baru. Jenis obat yang dikembangkan antara lain obat jenis tablet, kapsul, inhaler, dan obat injeksi," ungkap Mundakir yang mengaku majelis yang dipimpinnya kini menaungi 36 rumah sakit dan 50 klinik.

Lewat pengalaman itu, imbuh dia, perguruan tinggi di Indonesia diyakini mampu melakukan hal serupa, bahkan lebih baik. 

"Political will atau kemauan politik pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah harga obat mahal melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi," pungkas Mundakir. (*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegask....

Suara Muhammadiyah

15 April 2025

Berita

Jangan Bebani Murid PAUD dengan Materi yang Banyak BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Saat ini rea....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2022–2027, D....

Suara Muhammadiyah

28 March 2026

Berita

PCM Sukajadi Gelar Silaturahmi Ba’da Idul Fitri 1447 H, Prof Din Syamsuddin Tekankan Semangat ....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kondisi lingkungan di Kota Yogyakarta sangat ironi. Lebih-leb....

Suara Muhammadiyah

2 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah