Startup Inofarm UMY Perkuat Ekosistem Wirausaha dan Ketahanan Pangan

Suara Muhammadiyah

8 July 2026

322
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperkuat komitmennya sebagai Entrepreneur University melalui pengembangan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan petik melon sekaligus penjajakan kerja sama pengembangan kewirausahaan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kebun Inofarm Jogja, Senin (6/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Inovasi dan Hilirisasi (DIH) UMY ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mempercepat hilirisasi hasil riset kampus agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Inofarm merupakan salah satu startup binaan UMY yang mengembangkan konsep integrated farming atau pertanian terpadu. Berdiri sejak 2022, Inofarm mengintegrasikan budidaya tanaman, perikanan, peternakan ayam, hingga pengelolaan maggot dalam satu ekosistem pertanian berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan. Kini, startup tersebut mulai mengembangkan budidaya melon hidroponik varietas Swee Hami dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern.

Kepala Subdirektorat Inkubasi Bisnis dan Transfer Teknologi UMY, Ir. Sutoyo, S.Pd.T., M.Eng., menjelaskan bahwa Inofarm merupakan implementasi nyata ekosistem studentpreneur yang dikembangkan UMY melalui integrasi pembelajaran akademik dengan praktik kewirausahaan.

“Inofarm adalah wujud nyata bagaimana ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat diimplementasikan menjadi usaha yang produktif. Tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui optimalisasi lahan dan penerapan teknologi pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Sutoyo, pengembangan melon hidroponik menjadi salah satu contoh inovasi pertanian yang efisien, adaptif, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Ia menambahkan, UMY terus berupaya menjembatani inovasi dosen dan mahasiswa dengan kebutuhan dunia usaha melalui kolaborasi bersama investor, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta berbagai mitra strategis lainnya.

“Kami memiliki banyak inovasi yang potensial. Tantangan berikutnya adalah bagaimana inovasi tersebut tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikomersialisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Salah satu inovasi yang mulai menunjukkan hasil positif adalah budidaya melon hidroponik yang dikembangkan Firman Priyoga, alumni Program Studi Agribisnis UMY angkatan 2024 sekaligus Founder dan Operational Manager Inofarm. Ke depan, Inofarm tidak hanya diarahkan sebagai sentra produksi komoditas pertanian, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan edukasi dan agrowisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami berharap usaha seperti yang dikembangkan Mas Firman dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun kewirausahaan berbasis inovasi sekaligus memperkuat ekosistem bisnis di Yogyakarta,” tambah Sutoyo.

Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai mitra industri menyampaikan kebutuhan terhadap komoditas lokal yang memiliki daya saing tinggi.

“Kami mendapatkan masukan bahwa Indonesia membutuhkan komoditas yang memenuhi tiga syarat, yaitu murah, mudah dikembangkan, dan memiliki keunggulan kompetitif. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kampus untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP DIY, Ghofar Ismail, mengapresiasi pengembangan Inofarm sebagai salah satu solusi atas semakin berkurangnya lahan pertanian di Yogyakarta. Menurutnya, Pemerintah Daerah DIY saat ini memberikan perhatian besar terhadap penguatan ketahanan pangan di tengah menyusutnya luas lahan pertanian dan jumlah petani.

“Salah satu jawaban atas tantangan tersebut adalah sistem hidroponik seperti yang dikembangkan Inofarm. Dengan lahan yang relatif sempit, produktivitas tetap dapat ditingkatkan bahkan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ghofar menjelaskan bahwa DPMPTSP DIY tidak hanya berperan dalam pengembangan investasi, tetapi juga membangun jejaring kerja sama internasional yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan startup seperti Inofarm. Peluang kolaborasi dengan negara-negara yang maju di bidang pertanian modern, seperti Jepang dan Tiongkok, dinilai sangat terbuka, baik melalui pelatihan sumber daya manusia, alih teknologi, maupun pendampingan pengembangan usaha.

“Kami dapat menjembatani peluang kerja sama dengan mitra di Jepang maupun Tiongkok, mulai dari pelatihan SDM, pertukaran teknologi, hingga menghadirkan tenaga ahli agar pengembangan Inofarm semakin maju,” ungkapnya.

Ia juga mendorong agar Inofarm tidak hanya berfokus pada budidaya melon hidroponik, tetapi mulai mengembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi lainnya, seperti asparagus dan vanila. Selain menjadi pusat inovasi pertanian, kawasan Inofarm dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata edukatif.

“Konsepnya sangat menarik. Masyarakat dapat datang bersama keluarga, belajar mengenai pertanian modern, memetik hasil panen secara langsung, kemudian membawa pulang hasilnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat ekonomi lokal,” katanya. (Jeed)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Klinik Pratama Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menerima kunj....

Suara Muhammadiyah

14 June 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Gedung Balai Lansia Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalima....

Suara Muhammadiyah

15 February 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dadang Kahmad menyampaikan apresiasinya kepada Majelis Pustaka dan I....

Suara Muhammadiyah

25 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Jakarta Selatan kembali menu....

Suara Muhammadiyah

7 February 2026

Berita

LAMPUNG TIMUR, Suara Muhammadiyah - Tepat pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023 bertempat dihalaman madra....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah