Syawalan Muhammadiyah-'Aisyiyah Jetis, Momen Menyulam Persaudaraan di Tengah Kemajemukan

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

1127
Syawalan Muhammadiyah-'Aisyiyah Jetis Yogyakarta. Foto: Cris

Syawalan Muhammadiyah-'Aisyiyah Jetis Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Syawalan dan silaturahmi keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Jetis Yogyakarta berlangsung Ahad (27/4). Kegiatan ini dikemas dengan Pengajian Ahad Pagi perdana setelah libur Idul Fitri 1446 H.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jetis Yogyakarta Imam Bayu Nugroho menyampaikan, ucapan Taqqbballahu Mina wa Minkum. "Mudah-mudahan seluruh ibadah kita di bulan Ramadhan kemarin, dapat diterima oleh Allah SwT," ucapnya.

Dalam momen Syawal ini, Bayu menempatkan pada ruang lingkup untuk mempertautkan persaudaraan. "Inilah yang mesti kita rekatkan kembali bapak ibu," tuturnya. Menurutnya, hal demikian medium membingkai kehidupan bercorak majemuk yang penuh kedamaian.

Di sisi lain, Bayu juga mengharapkan agar terjadi peningkatan. Yakni peningkatan kualitas diri, buah dari penempaan selama bulan Ramadhan.

"Mudah-mudahan Syawal terjadi peningkatan ketakwaan, sehingga menghadapi 11 bulan ke depan meningkatkan segala ibadahnya," ujarnya.

Juga, termasuk melanjutkan ritus peribadatan yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan. Pada saat bersamaan, amal saleh, mesti dilanjutkan sehingga bisa menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan di akhir nanti.

"Syawalan ini menjadi momentum kita semua untuk mengimplementasikan ibadah di bulan Ramadhan. Dan melanjutkan apa-apa yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan," tegasnya.

Serupa itu, Supriyo, sebagai pemberi hikmah syawalan mengatakan, merajut silaturahmi bukan sekadar menyambung yang telah rusak atau renggang. Tetapi, di dalamnya perlu diperkuat jangkar persaudaraan untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan di tengah keberagaman.

"Tidak hanya memperbaiki, tetapi juga memperkuat akar persaudaraan untuk menghidupkan kelanggengan bersama," jelasnya.

Selain menyoroti ihwal budaya silaturahmi di Indonesia yang sudah terajut dengan baik, Supriyo juga memandang budaya literasi masyarakat masih lemah, lebih-lebih anak-anak.

"Kebiasaan membaca perlu kita turunkan ke anak-anak, terutama al-Qur'an supaya mereka terbiasa. Setelah itu akan terbentuk kedisiplinan dan rasa cinta terhadap ilmu," ujarnya.

Oleh karena itu, Supriyo mendorong jamaah untuk membaca dan menghafal al-Qur'an dalam kondisi apapun, dalam proses pembentukan kebiasaan Ramadhan yang konsisten.

"Marilah kita tingkatkan sumber daya manusia menjadi lebih berkualitas (dengan membaca)," harapnya. (Cris/Tia/Nad)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ratusan santri, wali santri bersama warga Muhammadiyah dan Aisyiyah m....

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Berbagai firma hukum merasa terbantu dengan adanya program Center of Ex....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mensyiarkan dan mengisi bulan suci Ramadhan 1446 H,....

Suara Muhammadiyah

7 March 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Suasana meriah mewarnai halaman depan Gedung Fakultas Kedokteran (F....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah - Saat ribuan warga bersiap menyambut tahun baru dengan gemerlap kemb....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah