JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah tren gaya hidup instan dan dominasi media sosial, 1500-an siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta memilih jalur berbeda untuk mengisi waktu mereka. Pada Kamis, 12 Februari 2026, mereka serentak turun ke lapangan dalam aksi bertajuk “Masjid Glow Up”.
Bukan sekadar konten, aksi ini merupakan misi mendalam untuk mengaktifkan kembali peran remaja sebagai penggerak masjid dan mempererat tali silaturahmi dengan jamaah di berbagai wilayah.
Program ini melibatkan seluruh jenjang kelas dengan sistem pendampingan yang ketat namun tetap memberikan ruang kreativitas. Para siswa tidak hanya datang untuk bekerja, tetapi juga berinteraksi dengan pengurus DKM di 54 masjid dan musala yang tersebar luas tidak hanya di daerah Jakarta Selatan tapi hingga ke Tangerang Selatan dan Depok. Visi besarnya adalah melahirkan kader-kader muda yang berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap fasilitas umum umat Islam.
Kegelisahan sekolah terhadap minimnya aktivitas religius anak muda di era digital menjadi motor utama kegiatan ini. Menurut Nur Kholifhah, staf Ismuba, paparan media sosial yang sangat bebas berisiko mengikis sisi religiusitas siswa. Oleh karena itu, mengenalkan kebersihan masjid sebagai bagian dari iman menjadi strategi jitu untuk menarik kembali minat anak muda agar mau meramaikan tempat ibadah di masa depan.
"Ikut kegiatan Masjid Glow Up rasanya menyenangkan banget. Walaupun cukup melelahkan, tapi semuanya terbayar saat melihat masjid jadi lebih bersih, rapi, dan nyaman. Suasananya juga terasa hangat karena dikerjakan bersama-sama. Ada rasa bangga dan puas bisa ikut berkontribusi untuk rumah ibadah kita sendiri.
Semoga kegiatan Masjid Glow Up ini bisa bermanfaat." kata Adela, siswi kelas XI SO yang ikut dalam aksi tersebut.
Para guru pendamping pun merasa bangga melihat anak didiknya mampu berkomunikasi dengan sopan kepada pihak DKM saat menyerahkan surat tugas dan melaksanakan kegiatan hingga tuntas sesuai jadwal.
Langkah kecil dari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang. Dengan kondisi masjid yang lebih bersih dan representatif hasil sentuhan tangan-tangan muda, diharapkan masyarakat juga semakin nyaman beribadah.
"Masjid Glow Up" bukan sekadar aksi satu hari, melainkan sebuah pernyataan bahwa generasi Z tetap bisa religius, aktif, dan peduli pada peradaban Islam di tengah dunia yang kian modern. (Sindi)

