Tanpa Integritas dan Komunikasi yang Baik, Sistematisasi Bekerja Akan Carut-Marut

Suara Muhammadiyah

27 December 2025

643
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Penciptaan manusia berorientasi mengabdi kepada Tuhan sebagai pantulan dari Qs adz-Dzariyat ayat 56. Bersamaan dengan itu, manusia juga mendapat mandat untuk menunaikan amanat yang disematkan oleh Tuhan (Qs al-Ahzab ayat 72).

“Yang bisa adalah al-Insan (manusia),” kata Jaenudin, menyebut sebelumnya, Tuhan telah memberikan usulan kepada langit, bumi, dan gunung. “Ternyata semuanya tidak bisa,” sambungnya, menekankan redaksi surat tersebut.

Kehendak Tuhan memang demikian. Jelaslah kemudian, Tuhan menetapkan dua spesifikasi dalam mengelola tatanan kehidupan di muka bumi, lebih khusus dikerucutkan pada tata kelola mensistematisasi pengelolaan di lingkungan perkantoran Muhammadiyah.

Pertama, tidak boleh zalim. Jaenudin menyebut, sebagai pemegang amanat di lingkungan Persyarikatan, semestinyalah menunaikan amanat tersebut dengan sebaik-baiknya. “Tidak boleh zalim. Maka, ranah persaudaraan, persahabatan, harus dijunjung tinggi,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas.

“Satu sama lain saling tengang rasa, saling memahami, saling menyemangati,” imbuh Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta 2005-2003, Jumat (26/12) saat Baitul Arqam dan Family Gathering karyawan di EMTE Highland Resort Ciwidey, Rancabali, Patengan, Bandung, Jawa Barat.

Kedua, eliminasi sifat bodoh. Hefinal mendorong karyawan PP Muhammadiyah Jakarta harus profesional dalam bekerja. “Jika karyawan itu tidak bisa mengelola sesuatu maka akan tertinggal dan jauh dari profesional,” tegasnya.

Lebih jauh seperti yang dikemukakan Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta 2025-2026 Hefinal Chairan, mesti mengekspresikan kesyukuran.

“Setelah mendapat pekerjaan”, yang menyebut masih banyak terbentang orang luar nun jauh di sana yang tidak mendapat pekerjaan. “Itu sebuah amanat yang diberikan kepada kita oleh Allah yang wajib kita syukuri,” ujarnya.

Di situlah penting diletakkan semangat bekerja yang baik dan bertanggung jawab. Tidak kalah substansialnya, dari semangat itulah bisa mentransformasikan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. “Itu bermula dari kita sendiri. Tidak bisa kita harapkan kepada orang lain,” singkapnya dengan gamblang.

Bersamaan dengan itu pun, Hefinal mendorong mengelola komunikasi. Baginya, ini sangat penting sekali. “Merupakan fondasi utama ketika kita bekerja di kantor, atau di mana pun kita bertugas,” terangnya.

Jika komunikasi centang-perenang, Hefinal menyebut, semuanya akan carut-marut dan tidak sesuai garis orbit dunia perkantoran sebagaimana semestinya.

“Betapa pun beratnya sebuah tugas itu, tapi bisa komunikasikan dengan baik, diskusikan dengan baik, itu bisa kita selesaikan dengan baik,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BALI, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah, dalam surat keputusan hasil hisab awal Ramadhan Nomor 159/I....

Suara Muhammadiyah

2 March 2024

Berita

Majelis Tabligh dan Ketarjihan Adakan Pelatihan Muballighat  PONTIANAK, Suara Muhammadiyah - B....

Suara Muhammadiyah

8 February 2025

Berita

BATU, Suara Muhammadiyah - "Masjid berkemajuan sebagai pusat gerakan ilmu, dakwah, dan kesejahteraan....

Suara Muhammadiyah

26 October 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 40 lansia dari tiga cabang Aisyiyah di Kota Makassar mengiku....

Suara Muhammadiyah

23 March 2025

Berita

GRANADA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Saidul Amin, MA, didam....

Suara Muhammadiyah

22 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah