YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Akidah Muhammadiyah menurut Masyitoh Chusnan adalah sebuah sistem keyakinan Islam yang murni berlandaskan langsung kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Ranah ini menjadi dasar perjuangan dakwah Muhammadiyah mulai dari berdirinya hingga sekarang. Yang mana dimensi akidah atau tauhid ini memiliki posisi yang sangat strategis dalam memobilisasi gerakan amal yang dilakukan Muhammadiyah di berbagai bidang kehidupan.
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) periode 2006-2014 tersebut, selain menjadi basis akhlak, tauhid sejatinya juga merupakan energi peradaban. Energi yang mendorong manusia untuk memberikan amal terbaiknya kepada kehidupan, salah satunya teraktualisasikan dalam perjuangan membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai daerah dan wilayah di dunia.
Ia pun memberikan gambaran bahwa aktualisasi tauhid di AUM tak ubahnya seperti yang terkandung di dalam QS. Al-Ikhlas. Keikhlasan selain sebagai nilai yang menyertai perjuangan, juga menjelma sebagai inspirasi untuk terus beramal dengan ikhlas karena Allah.
“Aktualisasi tauhid dalam AUM seperti makna yang terkandung di dalam QS. Al-Ikhlas,” tegasnya dalam Pengajian Ramadan dengan tema Aktualisasi Tauhid Murni dalam AUM yang berlangsung di Dormitory UMY, Ahad, 22 Februari 2026.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy dalam kesempatan yang sama, secara terperinci menyampaikan tentang bagaimana seharusnya iman ditransformasikan menjadi gerakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Mantan Rektor UMM itu pun menjelaskan berbagai langkah praksis yang dapat dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut. Pertama, tauhid perlu diarahkan dalam hal penguatan ekonomi. Kedua, tauhid sejalan dengan falsafah negara yaitu Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, tauhid menjadi pondasi nilai dan spirit bagi generasi muda. Dan yang terakhir, tauhid harus bisa membina kehidupan secara harmoni dan berkeadaban tinggi. (diko)

