SLEMAN, Suara Muhammadiyah — SMP Muhammadiyah 1 Prambanan menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang digelar pada Jumat, 11 September 2026 di BBPPMPV Seni dan Budaya, Ngaglik, Sleman, DIY.
Dalam kesempatan tersebut, kelompok teater sekolah yang menamakan diri Abhinaya berhasil menampilkan pertunjukan teater bisu berjudul "Kemanusiaan di Bumi Merapi" dengan penuh penghayatan. Penampilan ini menjadi momen istimewa bagi sekolah, mengingat ekstrakurikuler teater merupakan kegiatan yang baru pertama kali diminati oleh murid-murid.
Pelatih ekstrakurikuler teater, Annisa Siwi, mengaku bangga atas pencapaian para muridnya. Menurutnya, ini adalah kali pertama ada murid yang memilih ekskul teater, dan baru terhitung dua kali pertemuan ekskul sebelum akhirnya tampil di panggung nasional.
"Latihan yang dilakukan hanya tujuh kali, tetapi anak-anak mampu tampil maksimal. Saya sangat bangga karena mereka mau belajar dengan sungguh-sungguh meskipun waktu persiapan sangat singkat," ujar Annisa.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Ibu Daswati, turut menyampaikan rasa bangganya. Ia menyoroti bahwa sebagian besar siswa yang terlibat dalam teater ini justru merupakan anak-anak yang tergolong pendiam di kelas dan jarang aktif dalam kegiatan sekolah.
"Justru itu yang membuat saya sangat terharu. Anak-anak yang biasanya pendiam, jarang aktif, ternyata mampu mengikuti arahan pelatih dan bersungguh-sungguh belajar. Mereka membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi yang bisa bersinar jika diberi kesempatan," tutur Daswati.
Penampilan teater "Kemanusiaan di Bumi Merapi" dinilai relevan dengan semangat Rakernas MDMC yang mengangkat tema kebencanaan dan kemanusiaan. Melalui pertunjukan ini, para siswa tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga menyuarakan pesan tentang solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Merapi.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa ekstrakurikuler teater di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan mampu menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, kerja sama, dan kemampuan berekspresi. Sekolah berharap ke depan semakin banyak siswa yang tertarik bergabung dan meraih prestasi serupa.
Namun, penampilan siang itu seolah belum lengkap tanpa sebuah babak akhir yang tak direncanakan. Di penghujung pertunjukan, kelompok teater Abhinaya melantunkan Mars Relawan Muhammadiyah dengan suara yang mula-mula gemetar lalu perlahan menguat. Bersamaan dengan lantunan itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, bersama Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., melangkah masuk ke ruangan.
Momen itu seakan mengubah lagu penutup menjadi penyambutan yang hidup. Anak-anak yang tadinya pendiam di kelas berdiri di garis depan, menyuarakan semangat kemanusiaan tepat ketika para pemimpin yang mengemban amanah kemanusiaan itu hadir. Bukan sekadar kebetulan, melainkan pantulan dari niat baik yang bertemu pada waktunya.
Teater "Kemanusiaan di Bumi Merapi" pun menemukan penutupnya yang paling jujur: bukan di atas panggung, tetapi di ruang hati, tempat suara anak-anak dan langkah para tokoh berpadu menjadi satu pesan. Bahwa kemanusiaan tidak pernah memilih siapa yang bersuara, ia hanya memilih siapa yang mau bergerak.

