Tim PkM UAD Medorong Kesehatan Finansial UMKM dengan Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Analitik Traffik
SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Tim PkM UAD kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk mendorong kesehatan finansial dan analitik traffik dalam mengoptimalkan penjualan di kalangan UMKM, Ahad, 28 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat tim PkM UAD program hibah pengabdian kepada masyarakat internal multitahun.
Dengan mengangkat tema ”Transformasi Hybrid Selling dan analitik traffik sebagai basis penguatan keuangan syariah di Desa preneur Kepek Gumregah”, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Mengingat dalam mengelola keuangan 1 dari 5 UMKM masih belum terencana dan berkelanjutan. Oleh karena itu, aspek kesehatan finansial menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha.
Tim pengabdian terdiri dari Kamila Salsabela, S.I.Kom., M.A. dan Fuandani Istiati, S.I.Kom., M.A. dosen ilmu komunikasi, Fitria Nurma Sari, S.E., S.Sos., M.SEI. dosen perbankan syariah dan Dr. Nur Anisyah Rachmaningtyas dosen pendidikan agama Islam. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat desa preneur Kepek yang menjadi pelaku UMKM. Berlokasi di UMKM batik Cangkring diikuti oleh 10 pembatik batik Cangkring yang tergabung dalam kelompok ibu-ibu pembatik. Dalam sesi pelatihan pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun kesehatan finansial sebagai pondasi keberlanjutan usaha. Materi disampaikan secara aplikatif dengan mengangkat berbagai permasalahan yang sering dihadapi pelaku UMKM, seperti belum adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, minimnya pencatatan transaksi, serta belum optimalnya perencanaan keuangan.
Disampaikan oleh Fitria Nurma Sari, S.E., S.Sos., M.SEI. pembukuan keuangan yang tertib dan rapi adalah modal awal dari keberlanjutan sebuah usaha. “Dengan memisahkan keuangan pribadi dan uang usaha sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis. Pencatatan keuangan usaha yang paling penting adalah laporan laba rugi, laporan neraca dan laporan arus kas.Poin-poin penting ini jika diaplikasikan secara lengkap akan memudahkan akses permodalan,” ungkapnya.
Meski digitalisasi pencatatan keuangan usaha menjadi salah satu strategi utama yang didorong dalam pelatihan ini. Namun demikian, transformasi digital tersebut hanya akan memberikan manfaat optimal apabila diawali dengan budaya disiplin dalam melakukan pencatatan keuangan secara rutin dan konsisten. Oleh karena itu, peserta terlebih dahulu dibekali pemahaman mengenai pentingnya mencatat setiap transaksi usaha, baik pemasukan maupun pengeluaran, sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Di akhir sesi pertama, tips terpenting yang ditekankan dalam pelatihan kali ini adalah pentingnya tidak mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Kebiasaan sederhana ini menjadi langkah awal untuk membangun kesehatan finansial UMKM, karena pelaku usaha dapat mengetahui secara jelas kondisi keuangan bisnisnya, menghitung laba secara akurat, serta menyusun rencana pengembangan usaha yang lebih terarah.
Langkah ini juga sebagai salah satu pembuka peluang level up UMKM dalam pengelolaan investasi usaha. Pengembangan modal tidak hanya bergantung pada iuran anggota komunitas atau dana internal yang selama ini dilakukan. Tetapi UMKM juga didorong untuk mulai memanfaatkan berbagai alternatif pembiayaan yang sehat dan sesuai prinsip syariah seperti seperti pembiayaan dari BPRS, BMT, atau KSPPS.
Pada materi pelatihan kedua, peserta menjadapat lanjutan materi tentang analitik traffik yang di kalangan UMKM masih sangat awam. Selama ini UMKM batik Cangkring hanya sebatas upload di media sosial tanpa memahami dinamika pemasaran di ruang tersebut. Temuan tim selama ini pemanfaatan media sosial masih bersifat pribadi dan belum akun milik UMKM. Pelatihan ini mendorong pembuatan akun resmi milik UMKM guna meningkatkan kredibilitas usaha dan membangun identitas merek (branding).
Selain itu, pada sesi ini juga dilakukan pendampingan dalam merapikan konten-konten jualan di Facebook agar memudahkan calon pelanggan menemukan informasi produk. ”Kami setuju atas support tim pengabdian menyampaikan pentingnya penjualan online yang didasari ketekunan untuk dokumentasi produk hingga menyusun caption menarik dan informatif sehingga pemasaran lebih optimal dan harapannya penjualan meningkat”, ujar pak Heri selaku pemilik dan pengelola media sosial batik Cangkring.

