YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah. Dr Muhammad Samsudin, MPd, Wakil Ketua V Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, meninggal dunia.
Almarhum juga dikenal sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang selama ini aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Selain dikenal sebagai akademisi, almarhum memiliki rekam jejak pendidikan yang kuat di bidang keislaman dan manajemen pendidikan. Ia menyelesaikan studi Sarjana Pendidikan Agama Islam di IAIN Sunan Kalijaga pada 1996, kemudian melanjutkan Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 2006. Gelar doktor diraihnya dari Universitas Negeri Jakarta pada 2016.
Bekal akademik tersebut menguatkan kiprahnya dalam pengembangan tata kelola dan mutu pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Dalam perjalanan karier akademiknya, almarhum juga memegang sejumlah amanah strategis di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Agama Islam UMY periode 2010–2012. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Ketua Program Studi Magister Studi Islam (MSI) Program Pascasarjana UMY pada 2017–2021, sebelum kemudian mengemban tugas sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UMY periode 2021–2025.
Di tingkat persyarikatan, almarhum turut berkiprah sebagai Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah periode 2015–2020, yang semakin mengukuhkan perannya dalam pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah secara nasional.
Muhammad Samsudin mengembuskan napas terakhir pada Kamis (12/02) dan disemayamkan di rumah duka di kawasan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan informasi keluarga, jenazah direncanakan dibawa ke Masjid Kampus UMY pada pukul 11.30 WIB untuk disalatkan. Selanjutnya, pada pukul 12.30 WIB, jenazah akan diberangkatkan menuju Pemakaman Husnul Khotimah, Nanggulan, Kulon Progo untuk dimakamkan.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Majelis Diktilitbang dan civitas akademika UMY. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok pendidik yang berdedikasi serta aktif memajukan kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Semoga almarhum husnul khatimah dan segala amal ibadahnya diterima Allah Swt.

