Tole Sutikno Terima Penghargaan Rekor MURI Indonesia

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

2606
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tole Sutikno meraih penghargaan dari Rekor MURI Indonesia sebagai Guru Besar Teknik Elektro kategori publikasi tulisan terbanyak di Jurnal Bereputasi Terindeks Scopus. Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Rabu (14/8) di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Babarsari, Tambak Bayan, Depok, Sleman.

Ketua MURI Indonesia Semarang Ari Andriani mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa menyerahkan penghargaan kepada Tole. Menurutnya, sosok Tole memberikan inspirasi, di mana diakui sebagai salah satu Top 2 persen World Ranking Scientists ini dipublikasikan Stanford University dan Elsevier BV selama tempo 3 tahun berturut-turut.

“Maka dalam kesempatan ini, MURI memberikan apresiasi dalam kategori ilmu pengetahuan dan teknologi atas capaian prestasi Guru Besar bidang Teknik Elektro yang mempublikasi tulisan terbanyak di Jurnal Bereputasi Terindeks Scopus. Ini menunjukkan dedikasi dalam penelitian sebanyak 12 jurnal,” katanya.

Ari menyebut, 12 jurnal karya Tole mencakup pelbagai topik inovatif dan kontemporer di bidang elektro. Selain itu, berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat nasional dan internasional.

“Harapan kami pencapaian Prof Tole dapat memotivasi para ahli dan akademisi untuk semakin memajukan penelitian dengan berbagai pengetahuan dan penemuan. Di mana hasil dipublikasikam dalam memajukan pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi,” sebutnya.

Sementara, Tole sangat bersyukur atas raihan penghargaan dari Rekor MURI Indonesia ini. Baginya, penghargaan ini bukan sebagai ajang kepongahan, tetapi untuk memotivasi para ahli dan akademisi untuk mendokumentasikan karya dalam bentuk jurnal. 

“Jadi segala sesuatu kalau tidak di dokumentasikan tidak ada yang tahu. Ini ada capaian yang harapannya nanti yang lebih muda terpicu (melakukan dokumentasi),” ujarnya.

Tole mengaku tidak menyangka selain meraih penghargaan tersebut. Ia menceritakan bahwa pernah meraih penghargaan sebagai ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

“Ini harapannya menjadi motivasi juga berguna untuk institusi. Motivasinya bagaimana mendokumentasikan dan mendiseminasikan,” tuturnya.

Selepas meraih penghargaan tersebut, Tole tidak patah arang untuk terus berkarya. Sebab, tantangan dunia dalam memajukan reputasi institusi bertopang pada karya (publikasi). 

“Semua pemeringkatan yang dipakai untuk rujukan mengatakan perguruan tinggi kelas dunia atau tidak, tulang punggungnya adalah publikasi. Soal nanti kemudian ada kerja sama, lagi-lagi kerja sama terkait publikasi. Kalau boleh dikatakan 50% tergantung publikasi,” bebernya.

Ia mendorong penelitian yang dilakukan oleh para ahli dan akademisi tidak sekadar teoritik semata, tetapi dapat dimanifestasikan secara nyata, lebih-lebih memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 

“Artinya kalau dari saya, karya anak bangsa itu harapannya memang berguna dan bisa ikut membuat lapangan kerja, menghasilkan produk yang membanggakan Indonesia,” tegasnya. (Cris/Lika)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Kampus Unggul dan Berkemajuan - Suasana kebersamaan dan kehangatan m....

Suara Muhammadiyah

24 March 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama Pimpinan Daerah Mu....

Suara Muhammadiyah

8 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setiap langkah, setiap program, dan setiap senyum penerima manfaat ada....

Suara Muhammadiyah

5 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejak awal, kemandirian telah menjadi etos dari gerakan Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Perjalanan menjadi seorang jurnalis tidak selalu bermula dari....

Suara Muhammadiyah

11 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah