UMB Dorong Literasi Digital Pendidik di Lebong

Suara Muhammadiyah

20 August 2026

116
Istimewa

Istimewa

LEBONG, Suara Muhammadiyah - Ketika teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin dekat dengan dunia pendidikan, guru tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Guru juga perlu memahami bagaimana memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan tetap menempatkan peran pendidik sebagai pusat pembelajaran. 

Semangat itulah yang dibawa tim dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Negeri 9 Lebong, Kabupaten Lebong, Bengkulu melalui program “Pelatihan Literasi Digital dan Pemanfaatan AI sebagai Asisten Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran Guru SMP.”

Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan apa itu AI. Para guru diajak untuk mencoba langsung bagaimana teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan mereka, mulai dari merancang pembelajaran, membuat bahan ajar, menyusun soal dan asesmen, hingga melakukan refleksi pembelajaran. Dengan pendekatan praktik, AI ditempatkan sebagai “asisten” bagi guru, bukan pengganti guru. 

Tim pengabdian UMB diketuai oleh Romadhona Kusuma Yudha dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dengan anggota Rahmat Jumri dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Ummi Kalsum dari Program Studi Pendidikan Ekonomi. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa sebagai pendamping pelatihan dan pengumpulan data di lapangan.

Kehadiran tim UMB menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan guru SMP Negeri 9 Lebong yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan teknologi digital untuk pembelajaran. Persoalannya bukan semata-mata soal ketersediaan perangkat. Sekolah telah memiliki akses internet dan sebagian besar guru juga telah memiliki laptop maupun telepon pintar. Tantangan utamanya adalah bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses belajar mengajar.

Karena itu, pelatihan dirancang agar guru tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga belajar sambil mencoba. Guru dikenalkan dengan literasi digital, etika penggunaan teknologi, keamanan data, platform pembelajaran digital, hingga pemanfaatan AI secara kontekstual sesuai kebutuhan pembelajaran.

Salah satu pesan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa kecerdasan buatan tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran guru. Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan untuk meringankan pekerjaan teknis sehingga guru memiliki lebih banyak ruang untuk fokus pada hal yang paling penting: memahami peserta didik dan menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Dalam praktiknya, AI dapat membantu guru menyusun modul ajar, mengembangkan bahan ajar digital, membuat soal, menyusun rubrik penilaian, hingga membantu proses refleksi pembelajaran.

Model pemanfaatannya pun sederhana:
Guru → Platform Digital → AI → Produk Pembelajaran → Pembelajaran di Kelas.

Dengan pola tersebut, guru tetap menjadi pengambil keputusan utama. Teknologi hanya menjadi alat bantu untuk mempercepat, memperkaya, dan mengembangkan ide pembelajaran.

Menariknya, program ini tidak dirancang sebagai kegiatan yang selesai begitu pelatihan berakhir. Guru akan mendapatkan pendampingan dalam menerapkan AI pada rancangan pembelajaran masing-masing, memvalidasi media yang dibuat, melakukan micro-teaching, hingga mengevaluasi dampak penggunaan AI terhadap pembelajaran.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari apakah guru mampu menggunakan aplikasi AI, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut benar-benar menghasilkan perubahan dalam praktik pembelajaran.

Bagi UMB, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Sementara bagi guru SMP Negeri 9 Lebong, pelatihan ini menjadi ruang untuk mencoba cara baru dalam menyiapkan pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung akan menyelenggarakan sala....

Suara Muhammadiyah

14 March 2026

Berita

Fokus Eksekusi Program Prioritas 2026 dan Penguatan Keluarga PANGANDARAN, Suara Muhammadiyah &ndash....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Berita

ACEH TENGAH, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengirimkan tim psi....

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

Berita

BATU, Suara Muhammadiyah - Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Batu menggelar audiensi bersama Pe....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Khitan Modern Laser Tanpa Jahit dan Perban, menjadi bagian da....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah