Wajah Baru Epidemi Nikotin

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
75
Foto Istimewa/Pixabay

Foto Istimewa/Pixabay

Oleh: Trixie Salawati, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang

Setiap tahun kita memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, untuk mengingatkan kita semua bahwa konsumsi tembakau masih menjadi ancaman yang serius bagi kesehatan masyarakat. Tahun ini, Badan Kesehatan Dunia, (WHO) menetapkan tema: Unmasking the appeal – countering nicotine and tobacco addiction. Tema ini seharusnya membuat kita sadar bahwa industri tembakau dan nikotin belum berhenti; mereka hanya berganti wajah.

Selama ini, banyak orang mengira bahwa masalah tembakau hanya berhubungan dengan rokok konvensional. Kenyataannya, industri tembakau dan nikotin telah berkembang lebih kompleks. Mereka tidak hanya menjual rokok biasa, tetapi juga menawarkan berbagai produk baru yang diposisikan sebagai simbol modernitas, dan sesuai dengan gaya hidup masa kini. Wajah baru inilah yang membuat ancaman lama menjadi semakin sulit untuk dikenali.

WHO telah menegaskan bahwa industri tembakau dan nikotin saat ini telah menciptakan berbagai produk generasi terbaru, seperti Electronic Nicotine/Non-Nicotine Delivery Systems (ENDS dan ENNDS), Heated Tobacco Products (HTP) dan Nicotine Pouches. ENDS dan ENNDS atau yang sering disebut vape atau pod mengacu pada perangkat elektronik yang memanaskan cairan berisi nikotin atau bahan sintetis lainnya.

HTP mengacu pada perangkat elektronik yang memanaskan batang tembakau asli pada suhu tertentu. Sedangkan nicotine pouches adalah kantung kecil yang biasanya berisi nikotin dosis tertentu. Kantung tersebut digunakan dengan cara menyelipkannya di antara gusi dan gigi. Walaupun berbeda-beda, produk-produk tersebut memiliki benang merah yang sama: semua produk tersebut membawa risiko kecanduan nikotin dan risiko kesehatan yang serius.

Industri tembakau dan nikotin memposisikan produk-produk tersebut sebagai produk inovatif yang canggih. Selain itu, produk-produk tersebut juga dilabeli sebagai lebih aman dan lebih sehat, padahal ujungnya tetap menciptakan ketergantungan nikotin, terutama pada anak dan remaja. Istilah ‘inovasi’ ini hanyalah tipuan, karena mereka tidak sekadar menjual produk berteknologi terbaru, melainkan menciptakan ketergantungan pada para pengguna baru. 

Di titik inilah kita harus memahami bahwa produk-produk tersebut merupakan hasil dari strategi yang terencana. Berbagai variasi rasa, model perangkat yang trendi, menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda.  Promosi yang agresif, terutama melalui lingkaran pertemanan dan keterlibatan media sosial, menjadikannya semakin mudah untuk masuk ke kehidupan remaja, sehingga produk candu tersebut terlihat sebagai bagian dari gaya hidup modern yang aman, wajar, dan bahkan kadang juga dianggap lebih sehat daripada rokok konvensional. Ketika semakin banyak remaja menggunakan produk nikotin, hal itu merupakan hasil dari strategi pemasaran dan manipulasi yang bekerja di belakangnya.

Menurut WHO, sedikitnya 40 juta anak usia 13 – 15 tahun di dunia saat ini menggunakan setidaknya satu produk tembakau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 juta remaja menggunakan rokok konvensional, 10 juta remaja menggunakan tembakau tanpa asap, dan 15 juta remaja menggunakan rokok elektronik. Di antara negara-negara yang memiliki data, anak-anak rata-rata sembilan kali lebih mungkin menggunakan rokok elektronik dibandingkan dengan orang dewasa. 

Kenyataan ini menunjukkan bahwa persoalan kecanduan nikotin adalah bagian dari epidemi kesehatan masyarakat yang sangat serius, bukan isu pinggiran.  Nikotin adalah zat adiktif. Inovasi tidak menghapus kecanduan dan tidak menghilangkan risiko kesehatan. Di sinilah pentingnya tema Hari Tanpa Tembakau tahun ini: membuka topeng industri yang mengancam generasi muda.

Dalam konteks Indonesia, peringatan ini sangatlah relevan. Kewaspadaan tidak boleh hanya dibebankan pada keluarga, apalagi banyak di antara orang dewasa, terutama ayah yang menjadi pengguna rokok konvensional. Negara, sekolah, masyarakat, dan media, harus berperan aktif untuk melindungi generasi penerus. Masa depan generasi penerus tidak boleh dikorbankan demi keuntungan finansial beberapa pihak saja. 

Negara tidak boleh lengah dan kalah cepat dengan strategi industri, apalagi generasi muda adalah aset penting bangsa. WHO telah menyerukan pelarangan perisa, pelarangan iklan dan promosi, termasuk di media sosial, pengaturan kemasan serta desain produk, dan perluasan akses layanan berhenti merokok. Langkah ini bukan membatasi pilihan individu, melainkan merupakan upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Jika kebijakan tidak segera dibuat dan diterapkan, maka industri akan semakin menemukan celah baru untuk merekrut pelanggan baru.

Pada akhirnya, inti dari peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia adalah tentang perlindungan. Perlindungan terhadap anak dan remaja dari kecanduan sejak usia dini. Perlindungan terhadap keluarga dari beban penyakit akibat penggunaan produk tembakau dan nikotin. Perlindungan terhadap masyarakat dari manipulasi industri. Ketika tembakau masih menyebabkan lebih dari 7 juta kematian setiap tahun dan sekitar 1,6 juta orang perokok pasif meninggal akibat paparan asap rokok, maka kita tidak bisa lagi menganggap remeh kemunculan produk tembakau dan nikotin baru

Hari Tanpa Tembakau 2026 seharusnya menjadi momentum untuk menolak tipu daya wajah baru epidemi nikotin. Yang sedang dijual kepada generasi muda bukan sekadar produk, melainkan kecanduan. Dan ketika kecanduan dibungkus sebagai inovasi, gaya hidup, dan kebebasan, diam bukan lagi pilihan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Refleksi 112 Tahun Muhammadiyah Oleh: Rumini Zul Fikar, PRM Troketon, Klaten "Dalam rentang waktu ....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Wawasan

Tentang Sukatani dan Kerinduan akan Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur Oleh: Nia nur Pratiwi,S.Pd....

Suara Muhammadiyah

27 February 2025

Wawasan

Memahami Al-Qur`an dan Kitab Suci Lainnya Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universit....

Suara Muhammadiyah

3 April 2024

Wawasan

Shalat Berjamaah untuk Penumbuhkembangan Kepekaan Oleh: Mohammad Fakhrudin Banyak sekali nilai pen....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Wawasan

Oleh: Suko Wahyudi Sejak awal keberadaannya dalam sejarah umat manusia, agama tidak hanya sekedar s....

Suara Muhammadiyah

27 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah