Air Jernih Mengalir untuk Warga Sunggingan

Ilustrasi
Ilustrasi

Air Jernih Mengalir untuk Warga Sunggingan: Kamila Wardrobe Bersama Lazismu Mantrijeron Resmikan Infrastruktur Air Bersih di Ponjong

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Rasa syukur yang mendalam menyelimuti warga Padukuhan Sunginggan, Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Impian panjang warga untuk mendapatkan akses air bersih akhirnya resmi terwujud. Impian ini terwujud berkat sinergi kebaikan dari Kamila Wardrobe yang menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya melalui Lazismu Mantrijeron. Program ini mewujudkan pembangunan fasilitas infrastruktur air bersih yang mencakup sumur bor, tandonisasi (restorasi reservoir), dan pipanisasi.

Acara peresmian yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini menandai dimulainya babak baru bagi 87 Kepala Keluarga (KK) di Padukuhan Sunggingan. Air jernih dan segar yang kini mengalir dengan debit 1,2 liter per detik dari sumur sedalam 90 meter. Ini bukan hanya sekadar mengalirkan air, tetapi juga menghidupkan kembali senyum, harapan, dan kesejahteraan warga.

Selama ini, wilayah Gunungkidul—khususnya saat musim kemarau tiba—kerap menghadapi kesulitan sumber air bersih. Kondisi ini memaksa warga mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air tangki demi memenuhi kebutuhan harian. Tak hanya itu, mayoritas warga Sunginggan yang berprofesi sebagai peternak pun harus menanggung beban pakan dan air ternak yang cukup besar. Bahkan mereka harus mencari pakan (ngarit) hingga ke daerah Klaten.

Lurah Kelurahan Umbulrejo, Bp Wakimin, menyambut gembira dan penuh suka cita atas rampungnya program kebaikan ini. Beliau mengungkapkan bahwa meskipun sebelumnya sudah ada beberapa sumur bor, kapasitasnya belum mencukupi saat kemarau.

"Semoga sumur bor yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi warga Sunggingan, berkah barokah sampai nanti jangan sampai kehabisan lagi. Di sini sudah banyak sumur bor tapi tidak mencukupi, dan ketika musim kemarau sampai kantu atau kehabisan/kekeringan. Semoga memberikan keberkahan bagi warga sekitar," ujar Bp Wakimin.

Beliau juga menambahkan bahwa dengan hadirnya air mengalir deras ini, warga merasa "nyicil ayem"(merasa tenang) karena beban ekonomi harian dan perawatan ternak kini berkurang signifikan.

Bantuan Inklusif Lintas Agama dan Nilai Kemanusiaan

Peresmian fasilitas air bersih ini dibuka dengan sambutan hangat dan penuh makna dari Bp Ir. Yundi Wirawan selaku perwakilan keluarga besar Kamila Wardrobe. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa haru dan nostalgia karena pernah beraktivitas di wilayah Gunungkidul saat menjadi pelaku PNPM Mandiri Perdesaan 11 tahun yang lalu.

Beliau berharap bantuan sumur bor yang diupayakan melalui Kamila Wardrobe dapat meringankan pengeluaran harian warga. Dengan nada humoris yang mencairkan suasana, Bp Ir. Yundi Wirawan turut menyelipkan pesan akrab bagi para ibu.

"Biasanya beli air tangki ya, Pak? Satu tangki harganya sekitar 150 ribu ya? Semoga bantuan ini dapat mengurangi pengeluaran Bapak dan Ibu sekalian, sekaligus mengurangi pengeluaran ibu-ibu sekalian—khususnya para ibu—jadi tidak perlu repot membeli skincare. Bisa dipakai untuk berwudhu, insyaallah wajahnya bisa glowing tanpa harus beli skincare ya," selorohnya yang disambut tawa hangat warga.

Beliau menegaskan bahwa bantuan ini merupakan rezeki dari Allah SWT melalui perantara Kamila Wardrobe dan berharap agar seluruh warga bersatu merawat fasilitas tersebut agar berumur panjang (long live) dan tidak mudah rusak.

Kepala Kantor Layanan Lazismu Mantrijeron, Bp Suhaibun Febrianto, S.E., menyampaikan bahwa lokasi di Sunginggan ini merupakan titik kedua penyaluran CSR dari pemilik Kamila Wardrobe (Ibu Rizka Alfiani Nadhiroh dan Bp Muhammad Iqbal). Proses panjang yang dimulai dari 

Bp Suhaibun menegaskan pentingnya prinsip inklusivitas dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini.

"Meskipun ini bantuan dipercayakan melalui Lazismu Mantrijeron—ini lembaga Muhammadiyah—bukan berarti penerima manfaatnya harus orang Muhammadiyah. Itu perlu diterangkan kepada seluruh pengurus. Bahwa siapapun boleh mengambil akses kebermanfaatan dari bantuan ini. Meskipun itu non-muslim sekalipun itu bisa mengakses, karena ini merupakan bagian dari mengangkat nilai-nilai kemanusiaan," tegas Bp Suhaibun.

Selain itu, beliau juga meminta adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengelolaan tanah/aset agar jaminan penggunaan untuk khalayak umum terpelihara hingga ke generasi anak cucu mendatang.

Semangat "Ojo Leren Dadi Wong Apik" dan Landasan Spiritual

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantrijeron yang diwakili oleh Bp Djumijar. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan jajaran amil muda Lazismu Mantrijeron yang dinilai sangat berprestasi. Beliau juga menyampaikan pesan mendalam tentang semangat melayani masyarakat tanpa henti.

"Mudah-mudahan anak-anak muda ini terus berkembang, dan selalu ingat dengan tulisan yang ada di belakang mobil itu: 'Ojo leren dadi wong apik' (Jangan berhenti berbuat baik)," ucap Bp Djumijar.

Untuk memperkuat landasan spiritual acara, Bp Djumijar membacakan Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 97:

"Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Beliau menambahkan bahwa kejelasan administrasi melalui serah terima "hitam di atas putih" sangat penting dilakukan agar pemanfaatan sumur bor resmi terlaksana tanpa kendala di kemudian hari.

Momen kebahagiaan ini terasa kian lengkap dengan kehadiran jajaran keluarga besar Kamila Wardrobe, di antaranya orang tua dari Bp Muhammad Iqbal dan Ibu Rizka Alfiani Nadhiroh (diwakili Bp Sunu Andy Purwanto dan Ibu Prepisy Nusyuroh), serta paman dan bibi beliau Bp Ir. Yundi Wirawan dan Ibu Ir. Romzy Amriyah. Hadir pula Bp Suranto selaku Kepala Dukuh Sunginggan yang turut mengawal jalannya acara.

Rangkaian acara peresmian ditutup khidmat dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bp Daelami. Doa dipanjatkan agar fasilitas air bersih ini senantiasa dijaga bersama. Semoga membawa keberkahan melimpah, serta menjadi sumber amal jariyah yang mengalirkan kebaikan tanpa henti.

Sebagai bentuk penghormatan dan syukur atas kemitraan strategis dalam kebaikan ini, Kantor Layanan Lazismu Mantrijeron menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kamila Wardrobe. Lazismu Mantrijeron mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Muhammad Iqbal dan Ibu Rizka Alfiani Nadhiroh beserta seluruh keluarga besar Kamila Wardrobe atas kepercayaan yang terus diberikan untuk mengelola dana CSR perusahaannya.

Keluarga besar Lazismu Mantrijeron mendoakan semoga Kamila Wardrobe senantiasa diberikan kelancaran usaha, keberkahan yang berlimpah, serta seluruh jajaran pimpinan dan stafnya selalu dilimpahi kesehatan dan umur panjang. Kepercayaan ini menjadi lecutan semangat bagi Lazismu Mantrijeron untuk terus menjadi jembatan kebaikan yang amanah. Melayani masyarakat hingga ke pelosok, dan menebar kemanfaatan tanpa batas.

"Air bukan sekadar kebutuhan, tetapi sumber kehidupan. Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Kamila Wardrobe dan Lazismu Mantrijeron, yang telah mengalirkan kebaikan hingga ke pelosok Gunungkidul." (Nur’aini Puji Lestari)