Dakwah Harus Menyapa dari Lorong Gelap hingga Lorong Gemerlap

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
582
Ketua PWM Jawa Tengah dalam pembukaan Rakornas LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (29/1).

Ketua PWM Jawa Tengah dalam pembukaan Rakornas LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (29/1).

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus hadir sebagai gerakan yang membumi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial maupun kondisi kemanusiaan.

Hal itu disampaikan KH Tafsir dalam salah satu sesi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Semarang. Menurutnya, dakwah harus menghidupkan kesadaran, menumbuhkan daya ubah, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini berada di pinggiran.

Tafsir menekankan bahwa inti dakwah adalah menyapa manusia apa adanya. Ia mengingatkan bahwa para dai Muhammadiyah perlu berani hadir di ruang-ruang sosial yang sering dihindari. Dakwah, kata dia, tidak boleh eksklusif dan hanya menyasar kelompok yang sudah mapan secara sosial maupun keagamaan.

Ia kemudian membagikan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, ketika ia memilih untuk menyapa komunitas waria. Bagi Tafsir, langkah tersebut bukan tanpa alasan. Komunitas ini, menurutnya, merupakan salah satu kelompok yang paling termarjinalkan dan kerap dipandang sebelah mata.

“Mereka ini jarang disapa. Padahal, justru di sanalah dakwah diuji. Dakwah itu menyapa dari lorong gelap sampai lorong gemerlap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tafsir mengingatkan pentingnya pengelolaan dakwah yang terorganisasi dengan baik. Ia menegaskan bahwa kebenaran nilai-nilai Islam harus disampaikan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan agar mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kebenaran yang tidak terorganisasi bisa kalah dengan kebatilan yang terorganisir,” tandasnya.

Menurut KH Tafsir, Rakornas LDK menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dakwah komunitas Muhammadiyah agar semakin terarah, inklusif, dan relevan dengan tantangan sosial zaman. Dakwah, kata dia, harus menjadi jalan pembebasan dan pemuliaan martabat manusia. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Dien Malik: Kolaborasi Berkelanjutan Kunci Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di Kayong Utara d....

Suara Muhammadiyah

22 May 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Kajian Tematik ....

Suara Muhammadiyah

23 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Bagian Penerimaan ....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung su....

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

Berita

DAEGU, Suara Muhammadiyah — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

22 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah