Dukung Pemerataan, Muhammadiyah Perluas Penyebaran Fakultas Kedokteran

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

964
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Indonesia, sesungguhnya telah dijawab oleh Muhammadiyah secara niscaya. "Tidak ada hambatan," kata Haedar Nashir.

Bukti otentiknya sampai akhir tahun 2025, Muhammadiyah telah mendirikan ratusan perguruan tinggi. "Artinya sudah siap untuk punya Fakultas Kedokteran," sebut Haedar, menekankan saat ini yang dibutuhkan yakni sebuah regulasi yang adaptif sesuai dengan kebutuhan.

"Dikawasan yang memang memerlukan Fakultas Kedokteran, termasuk Fakultas Kedokteran Gigi," sambung Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Haedar menyampaikan, regulasi tersebut sungguh sangat penting. Lebih-lebih dalam memberikan jalan memperbanyak jumlah dokter maupun dokter gigi di Indonesia.

"Sesuai dengan keperluan dan kepentingan dunia kesehatan kita di Indonesia yang begitu kompleks," tambah Haedar saat Launching Fakultas Kedokteran di Auditorium Kampus I Universitas Muhammadiyah Magelang, Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/1).

Haedar menargetkan, jumlah Fakultas Kedokteran di Muhammadiyah. "83 Insyaallah bisa," ungkapnya. Dengan konsentrasi kehadiran Fakultas Kedokteran ada di luar Jawa. "Karena kebetulan universitas kita juga banyak di luar Jawa," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Haedar menceritakan pengalaman rumah sakit Muhammadiyah tatkala di tengah cengkeraman Pandemi Covid-19. Di mana pada saat itu, rumah sakit Muhammadiyah menyatakan kesiapannya dalam menanganinya wabah yang menyeruak itu.

"Rumah sakit kita menangani penderita Covid-19, ketika saat itu juga tidak sedikit rumah sakit yang ketakutan dalam menangani Covid-19," ujarnya.

Di situlah ditekankan Haedar, bahwa kehadiran rumah sakit Muhammadiyah tidak ingin mencari keuntungan. "Tapi untuk membangun bangsa dan negara," tegas Haedar. 

Ini berimplikasi dengan tarikan napas dakwah Muhammadiyah, khususnya dalam membangun kesehatan masyarakat secara luas dan komprehensif.

"Membangun kesehatan masyarakat itu menjadi sangat penting. Ciptakan masyarakat untuk hidup lebih sehat," beber Haedar, seraya menitiktekankan pentingnya dalam membangun kesehatan rohani dengan akar tunjangnya Indonesia sebagai bangsa yang religius.

"Mari kita bangun kesehatan rohani agar kita bisa lebih bahagia hidup, tapi sekaligus juga mampu berteman, menciptakan relasi sosial yang lebih baik, saling peduli, dan berbagi," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Hadir sebagai solusi adalah yang Muhammadiyah lakukan sejak dulu hingga....

Suara Muhammadiyah

29 December 2024

Berita

BLIMBING, Suara Muhammadiyah - Pada Jumat, 20 September 2024, bertempat di Aula Islamic Center Muham....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Indonesia berada di titik temu lempeng tektonik yang membuatnya rawan....

Suara Muhammadiyah

4 September 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebuah inovasi yang berawal dari pemahaman sederhana terhadap ke....

Suara Muhammadiyah

2 July 2026

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Pusat Pengkaderan Ulama Muhammadiyah (PPUM) Sumatera Barat menggelar ta....

Suara Muhammadiyah

25 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah