Eco Bhinneka Muhammadiyah Luncurkan Sabun dan Lilin Aromaterapi Berbahan Minyak Jelantah

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

124
Eco Bhinneka Muhammadiyah

Eco Bhinneka Muhammadiyah

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka Muhammadiyah Surakarta meluncurkan sabun dan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah dalam Talkshow Lingkungan “From Waste to Worth” di kawasan Car Free Day (CFD), Minggu (11/10/2026). Produk ini dibuat oleh ibu-ibu PKK dan pemuda Karang Taruna Kelurahan Kratonan melalui program pemberdayaan berbasis kewirausahaan sosial (sociopreneurship).

Acara yang digelar Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah regional Surakarta ini bertujuan mendorong pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lewat inovasi produk ramah lingkungan.

Talkshow dipandu moderator Aulia Mutiara Rizky dan menghadirkan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, perwakilan Tim Nasional Eco Bhinneka Muhammadiyah Resti Handayani Syafira, serta pegiat lingkungan Istikomah atau yang akrab disapa Mbak Luluk. Turut hadir Patra Manggala Bima Pradana selaku Focal Point Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Surakarta dan Ketua PKK Kelurahan Kratonan, Sri Murtini.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid Widayani mengapresiasi inisiatif Eco Bhinneka yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam mengolah limbah. Ia senang melihat kolaborasi warga, khususnya PKK Kratonan, yang menghasilkan satu karya nyata berupa lilin dan sabun cuci dari minyak jelantah.

“Terima kasih Eco Bhinneka telah hadir di Surakarta dan telah menggandeng kolaborasi multipihak. Yang penting ada kepedulian pada lingkungan. Eco Bhinneka hadir membersamai kami, Pemerintah Surakarta, dalam menangani sampah,” kata Astrid.

Menurut Astrid, persoalan sampah perkotaan tidak cukup ditangani di tahap akhir. Masyarakat perlu dilibatkan sejak awal melalui pemilahan dan pengolahan agar volume sampah di tempat pembuangan akhir berkurang. Untuk itu, edukasi perlu dilakukan berulang agar memilah sampah tumbuh menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban.

Astrid juga berharap generasi muda yang kreatif tidak hanya memikirkan kepedulian dari sisi profit atau mengikuti tren, tetapi juga memikirkan alam dengan menggandeng komunitas yang memiliki ketertarikan sama. Pemerintah Kota Surakarta, katanya, terbuka berkolaborasi dalam pengembangan produk ramah lingkungan, termasuk dukungan distribusi, kemasan, dan pengembangan usaha.

Ucapan terima kasih atas kolaborasi tersebut juga disampaikan Resti Handayani Syafira. Sebagai perwakilan Tim Nasional Eco Bhinneka Muhammadiyah, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung Program SMILE.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah, baik pemerintah, komunitas, kelompok perempuan, maupun pemuda. Apa yang kita capai di Kratonan ini lahir dari kerja sama bersama,” ujar Resti.

Ke depan, Resti berharap dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut agar produksi sabun dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini dapat berkelanjutan dan berkembang. Ia juga mendorong ibu-ibu PKK Kratonan untuk siap menyebarluaskan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh kepada PKK di kelurahan lain, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas.

Sementara itu, dari sisi pegiat lingkungan, Istikomah atau Mbak Luluk mengatakan penanganan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat akan dampak membuang sampah tanpa pengelolaan. Ia mengajak generasi muda membawa tumbler dan mengurangi plastik sekali pakai.

“Praktis itu sendiri kita akan membayar mahal untuk yang praktis itu sendiri. Kelihatannya dari awal murah, tapi dampak yang akan kita dapatkan setelahnya nanti tidak akan bisa kita tanggulangi,” ungkapnya.

Gagasan mengolah limbah menjadi produk bernilai itulah yang kemudian diwujudkan Eco Bhinneka melalui Program SMILE. Patra Manggala Bima Pradana menjelaskan, program yang menjadi kepanjangan dari Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism ini berjalan selama dua tahun. Tahun pertama difokuskan pada pelatihan, riset, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Tahun kedua diarahkan pada aksi nyata, yakni produksi sabun dan lilin aromaterapi, pengembangan kemasan, dan pemasaran.

“Kami bersama teman-teman dan tim regional Surakarta berinovasi, bagaimana caranya kita bisa membuat sampah rumah tangga menjadi bahan yang bagus dan bermanfaat. Makanya kami melahirkan inovasi pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah,” katanya.

Proses pengembangan produk tidak singkat. Tim melakukan riset dan pendampingan panjang, termasuk studi banding ke komunitas Eco Sae Migunani di Yogyakarta. Tantangan yang dihadapi mencakup penentuan komposisi bahan, kualitas produk, dan pemilihan kemasan.

Dalam pelaksanaannya, ibu-ibu PKK menjadi pelaku utama produksi, sedangkan pemuda berperan di pemasaran, termasuk lewat media sosial. Peluncuran ini menjadi langkah awal agar produksi berkelanjutan, berkembang menjadi usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, dan terus didukung semua pihak.

Dari sisi warga, Ketua PKK Kelurahan Kratonan, Sri Murtini, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan belajar yang diberikan kepada para kader.

“Kami bersyukur bisa belajar mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan ilmunya bisa kami bagikan kepada warga lainnya,” kata Sri Murtini.

Peluncuran ini menjadi wujud penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat, yaitu limbah yang berpotensi mencemari lingkungan diolah menjadi produk baru. Melalui Program SMILE, Eco Bhinneka Muhammadiyah Surakarta berharap praktik baik di Kratonan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Surakarta.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-111 Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

21 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - ParagonCorp kembali membuka pendaftaran ParagonCorp Scholarship Progra....

Suara Muhammadiyah

15 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Risalah Islam Berkemajuan sebagai produk Muktamar ke-48 Muham....

Suara Muhammadiyah

1 November 2025

Berita

BALI, Suara Muhammadiyah - Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa hadir sebagai narasumber....

Suara Muhammadiyah

18 January 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Hari kedua pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Ba....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah