FH UNY Gandeng 'Aisyiyah Sewon Utara Perkuat Relasi Keluarga Sakinah

Suara Muhammadiyah

12 August 2026

213
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia mendorong akademisi untuk turun langsung memberikan edukasi hukum berbasis masyarakat. Menggandeng Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sewon Utara, Bantul, Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (FH UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta penguatan ketahanan keluarga.

Acara yang dihadiri oleh 40 pimpinan PCA Sewon Utara ini berlangsung pada Selasa (11/8) di Basecamp Sewon Center, sebuah fasilitas yang dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sewon Utara, Bantul.

Ketua PCA Sewon Utara, Dwi Susilawati, menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi strategis ini. Ia menggarisbawahi bahwa tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di skala nasional memicu keprihatinan mendalam. Oleh karena itu, pemahaman holistik mengenai konsep ketahanan keluarga menjadi hal mendesak untuk diterapkan.

"12 fungsi konsep keluarga sakinah yang diinisiasi oleh ‘Aisyiyah, seperti dalam hal pendidikan dan kesehatan, perlu dipahami untuk gerak langkah keluarga," ungkapnya, yang juga Madrasah Mu’allimat Yogyakarta tersebut.

Hadir sebagai narasumber utama, Afifah Fatwa Dewi memaparkan materi krusial mengenai spektrum KDRT yang kerap tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitar. Mantan Konselor Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sleman ini menegaskan bahwa bentuk KDRT tidak terbatas pada kontak fisik semata.

"Kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya kekerasan fisik dan psikis, namun juga kekerasan seksual, ekonomi, dan penelantaran rumah tangga," tegas Afifah di hadapan peserta.

Menurutnya, langkah pencegahan utama dimulai dari pembenahan relasi internal. "Hubungan keluarga harus dibangun atas penghormatan dan kesetaraan agar kekerasan rumah tangga tidak terjadi," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdi, Eny Kusdarini, menjelaskan bahwa kegiatan PkM ini tidak sekadar penugasan akademis perguruan tinggi, melainkan sarana edukasi untuk meluruskan pemahaman publik terkait kekerasan domestik.

"Seringkali kita kurang memahami apa itu KDRT, dan menganggap hal itu adalah biasa dalam rumah tangga, padahal itu adalah kekerasan," ujar Profesor pada Ilmu Hukum UNY tersebut.

Di samping itu, Eny mengungkapkan bahwa momentum pengabdian ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi institusi. "Kami menyadari bahwa Fakultas Hukum masih berusia satu tahun. Maka kegiatan pengabdian ini adalah salah satu cara kami memperkenalkan Fakultas Hukum kepada masyarakat," pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Menyambut pelaksanaan Salat Iduladha 1446 H, Pimpinan Ranting Muh....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menanggapi hasil putusan dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitus....

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah -Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Direksi Penge....

Suara Muhammadiyah

1 August 2026

Berita

MANGGARAI BARAT, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muh....

Suara Muhammadiyah

15 August 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammaadiyah - Sebanyak 19 Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) yang melol....

Suara Muhammadiyah

18 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah