Jaga Hutan, Sejahterakan Masyarakat
MLH PP Muhammadiyah dan UM Bengkulu Dorong Program FOLU Net Sink 2030
Sebanyak 12.500 bibit pohon produktif direncanakan ditanam di lahan seluas 80 hektare kawasan KHDTK UM Bengkulu
BENGKULU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) bersama Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memperkuat pendampingan masyarakat dalam pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Melalui program FOLU Net Sink 2030, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH), meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan pengelolaan hutan yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia yang dilaksanakan pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini melibatkan masyarakat, kelompok tani hutan, serta perangkat Desa Taba Teret dan Desa Tanjung Heran yang berada di sekitar kawasan KHDTK UM Bengkulu.
Direktur KHDTK UM Bengkulu, Prof. Dr. Ahmad Aminudin, M.Si., mengajak masyarakat memandang hutan sebagai sumber kehidupan yang dapat dimanfaatkan secara bijaksana tanpa merusak ekosistemnya. Menurutnya, upaya pelestarian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan.
“Bagaimana kita bisa mengambil manfaat dari hutan tanpa harus merusaknya. Justru, bagaimana aktivitas yang kita lakukan dapat ikut membantu menjaga kelestarian hutan. Hutan ini bukan hanya untuk kita nikmati hari ini, tetapi juga merupakan investasi bagi keberlangsungan kehidupan generasi penerus di masa depan. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan hutan tetap lestari dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Prof. Amin.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan KHDTK tidak hanya diukur dari terjaganya kawasan hutan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Masyarakat diharapkan menjadi mitra aktif dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab.
12.500 Bibit Pohon Produktif untuk 80 Hektare
Sebagai bagian dari rencana pelaksanaan FOLU Net Sink 2030, kawasan KHDTK UM Bengkulu direncanakan menjadi lokasi penanaman 12.500 bibit pohon produktif pada lahan seluas 80 hektare. Jenis tanaman yang akan dikembangkan antara lain aren, alpukat, durian, petai, serta jenis tanaman produktif lainnya.
Program ini direncanakan dilaksanakan melalui kerja sama Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dan KHDTK UM Bengkulu, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui skema pendanaan kerja sama Norwegia dalam kerangka FOLU Net Sink 2030. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekaligus mendukung upaya penurunan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.
Penanaman pohon produktif tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas tutupan vegetasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar kawasan. Karena itu, pelaksanaan program diharapkan mencakup keterlibatan masyarakat dalam penanaman, pemeliharaan, penguatan kelompok tani, pendampingan, hingga pemanfaatan hasil panen.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan penghijauan diharapkan tidak berhenti pada penanaman bibit. Tanaman yang tumbuh dan terpelihara dapat menjadi aset ekologis sekaligus sumber penghidupan masyarakat pada masa mendatang.
Perwakilan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Jihadul Mubarok, M.H., menegaskan bahwa keterlibatan Muhammadiyah dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan berangkat dari prinsip kebermanfaatan bagi masyarakat. Nilai khairunnas anfa'uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama—menjadi landasan dalam membangun kolaborasi.
“Ngurusin itu bukan untuk mengambil alih, tidak, Pak. Ya tadi disampaikan oleh Prof, kita tidak dalam rangka ingin menguasai, mengambil alih, terus apa, mengalih kelola, tidak. Insyaallah kami Pimpinan Muhammadiyah tidak ada tujuan untuk ke arah sana,” tegas Jihadul.
Ia menjelaskan, organisasi dan kelembagaan merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Oleh karena itu, kerja sama antara Muhammadiyah, perguruan tinggi, dan masyarakat harus menghasilkan manfaat serta dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan warga.
“Prinsipnya adalah bagaimana kita memiliki suatu kebermanfaatan. Karena memang yang tujuan utamanya adalah kebermanfaatan dan keterdampakan,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi turut menghadirkan narasumber yang membahas penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan. Sesi pertama menghadirkan Muhammad Rifandi, S.E., M.Ak., Akt., dan Prof. Dr. Ahmad Aminudin, M.Si. Sementara sesi kedua menghadirkan Deddy Kurniadi, S.E., serta Afriyanto, M.Kes., DPH.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penguatan kelompok tani, pengembangan kapasitas, dan peluang usaha berbasis potensi kawasan hutan. Sinergi antara Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, KHDTK UM Bengkulu, dan masyarakat diharapkan membangun tata kelola hutan yang partisipatif, bertanggung jawab, serta memberi manfaat secara berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan menjaga hutan tidak hanya diukur dari luas kawasan yang tetap hijau, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memperoleh manfaat tanpa merusak lingkungan. Hutan bukan semata sumber penghidupan untuk hari ini, melainkan investasi ekologis dan sosial agar generasi mendatang tetap memiliki lingkungan yang sehat dan sumber kehidupan yang lestari.