Kehadiran Muhammadiyah Mampu Menjawab Tantangan Zaman secara Positif dan Konstruktif

Suara Muhammadiyah

3 October 2026

132
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah melewati perjalanan lebih dari satu abad, demikian pula organisasi otonom (ortom) dan amal usaha yang tumbuh mengiringi gerak dakwahnya.

Itulah yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Jumat (2/10) saat Ta’aruf PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030 di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

“Dalam perjalanan yang panjang itu bukan soal waktu. Tetapi kemampuan kita beradaptasi dan mampu hadir terus untuk menjadi lebih baik,” ujar Haedar.

Apa yang dilakukan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan Ortom selama ini, tidak sekadar untuk kepentingan pribadi. Tetapi, lebih tepatnya mengarah pada li-al-muwajahah dalam wujud memberikan jawaban alternatif yang terbaik untuk mewujudkan kehidupan yang lebih utama.

“Hadir bukan sekadar ada di zaman itu, tetapi kita punya kemampuan untuk menghadapi zaman itu dengan pemikiran, dengan langkah, dengan sikap, dan tindakan yang selalu positif dan konstruktif,” tekannya.

Itulah manifestasi amal usaha yang telah hadir memberikan manfaat nyata kepada masyarakat luas. Kiprahnya mencakup berbagai bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, dan seterusnya.

“Bahkan orang luar itu begitu tinggi menghargai kita. Secara kualitatif bahwa orang begitu percaya pada kita,” ucapnya.

Sampai-sampai, Muhammadiyah kini kerap menjadi rujukan. Muhammadiyah juga dikenal sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di dunia, termasuk organisasi kemasyarakatan keagamaan dengan aset yang besar.

“Kebesaran dari seluruh yang kita bangun ini dilakukan dengan terus terus tahap ini tahap sampai kemudian maju dan kita terus merasa kurang untuk terus maju,” tutur Haedar.

Semua itu, kata Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah ini, dibangun di atas fondasi keikhlasan, pengkhidmatan, kegigihan, kemandirian, dan etos pergerakan yang selalu hidup Di dalam jiwa setiap orangnya dari pusat sampai ke pelosok-pelosok terjauh.

“Di situlah pimpinan anggota kader Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, NA, Pemuda, Tapak Suci, dan semuanya itu bergerak dengan semangat ikhlas dalam mungkin serba keterbatasan. Dan itu dibangun dengan perjuangan yang kadang dari nol lalu menjadi besar,” tegas Haedar.

Menceritakan perjalanan Haedar ketika masih di katan Pelajar Muhammadiyah, ia tak pernah membayangkan Muhammadiyah punya hotel SM Tower, perguruan tinggi gigantik seperti UMY, UAD, dan UNISA, yang kemudian banyak melahirkan pimpinan Nasyiatul Aisyiyah.

“Perjuangan, penghimbaan, pendidikan, ketulusan dan etos kemajuan yang selalu hidup. Karena dari situ optimisme terus bisa kita bangun,” bebernya, menggarisbawahi lebih lanjut. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Sebagai wujud kepedulian terhadap tumbuh kembang anak dan kesejahteraan ....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dampak perubahan iklim di Indonesia menjadi perhatian serius saa....

Suara Muhammadiyah

6 August 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang dilaksanakan pada Ahad (4/8) mengusun....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Pengajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan o....

Suara Muhammadiyah

16 December 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Wakil Direktur Program 1000 Cahaya, Sudarto M. Abukasim menegas....

Suara Muhammadiyah

28 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah