Ketua PDM Pekalongan Ajak Pimpinan Amal Usaha Jadikan AUM Sebagai Media Dakwah Islam Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
91
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Drs H Mulyono menyampaikan amanatnya dalam acara Baitul Arqam dan Capacity Building untuk pimpinan AUM se-Kabupaten Pekalongan, 24-25 Januari 2026.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Drs H Mulyono menyampaikan amanatnya dalam acara Baitul Arqam dan Capacity Building untuk pimpinan AUM se-Kabupaten Pekalongan, 24-25 Januari 2026.

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Aura kepemimpinannya karismatik. Kata-kata yang keluar memancarkan optimisme. Intonasi bicaranya lembut namun tegas. Ia adalah Mulyono, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan yang hadir membersamai peserta Baitul Arqam dan Capacity Building Pimpinan AUM se-Kabupaten Pekalongan di SM Tower Malioboro (24/1). 

Dalam sambutannya, ia mengatakan, di Muhammadiyah, AUM bukan sekadar institusi tempat bekerja. Tapi juga sebagai media dakwah Persyarikatan dalam berbagai sektor kehidupan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu pimpinan AUM menurutnya bukan sekadar menejer administrasi, bukan juga pimpinan teknis, di samping leader untuk urusan teknis dan administrasi, ia juga sebagai pimpinan nilai. 

“Jika Amal Usaha Muhammadiyah diibaratkan sebagai sebuah kapal, maka bapak ibu semua adalah nahkoda sekaligus kompasnya, yang sikapnya menjadi contoh, ucapannya menjadi rujukan, dan keputusan-keputusannya menjadi cerminan akhlak Islam yang berkemajuan,” tegasnya. 

Menurutnya Baitul Arqam memiliki peran strategis sebagai wadah penguatan integritas, karakter, dan ruh Muhammadiyah yaitu keikhlasan. “Baitul Arqam bukan hanya untuk upgrade skill, namun juga upgrade kepribadian. Bukan hanya menajamkan kecerdasan, tapi juga menguatkan integritas kita,” ujarnya. 

Kompetensi menurutnya dapat dipelajari, tapi karakter, integritas, dan kepribadian harus dibangun, dibina, dan selalu dirawat dengan sebaik-baiknya. “Kita harus sadar bahwa keruntuhan suatu unit sering kali bukan karena permasalahan dari luar, melainkan karena kurang kuatnya integritas dan karakter,” jelasnya. 

Karakter yang dimaksud di antaranya karakter ideologis. Yang mana setiap pemimpin dan pengelola AUM harus paham dan bangga terhadap Muhammadiyah. Mulai dari sejarah berdirinya, manhaj, serta cita-citanya. Ia pun mengingatkan, jangan sampai pemimpin Amal Usaha Muhammadiyah memiliki cara pandang, berpikir dan bertindak yang jauh dari nilai Islam berkemajuan. 

Kedua, karakter kepemimpinan yang profetik, yaitu karakter yang mengacu pada kepribadian Nabi Agung Muhammad Saw. Sehingga, segala nilai dan sikap harus meneladani Nabi Muhammad Saw. “Apa yang harus diteladani. Yang pertama adalah sikap shidiq, benar dalam tindakan dan jujur dalam ucapan. Kedua, amanah. Yaitu janji sunyi antara nurani dan tanggung jawab,” paparnya. 

Ketiga, fatonah. Sikap tegas, adaptif, dan visioner menyikapi berbagai dinamika yang terjadi. Keempat, tabligh. Komunikatif dan tidak anti terhadap kritik. Diharapkan, melalui keempat sifat pokok ini pemimpin AUM akan selalu mengedepankan sikap tegas dalam berprinsip, lembut dalam pendekatan, dan kuat di dalam tanggung jawab. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad D....

Suara Muhammadiyah

27 May 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Masjid, sebagai pusat ibadah dan syiar Islam, memiliki peran krusial dal....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Berita

 GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Gorontalo menggelar berbagai aca....

Suara Muhammadiyah

4 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Seni dan Budaya (LSB) PCM Kotagede mengusung program ....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hilman Latief, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam MPM....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026