PONOROGO, Suara Muhammadiyah — Ada banyak cara untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. Salah satunya melalui gerakan ekonomi yang tumbuh dari ranting, dikelola bersama, dan dikembangkan untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Semangat itulah yang ditunjukkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kertosari Utara (KERTARA) dalam kegiatan rutin setiap 3 bulan sekali, yaitu Tabligh Akbar PCA Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ponorogo yang digelar pada Sabtu, 3 Oktober 2026, bertempat di halaman SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (SMA Muhipo).
Ada perbedaan perhelatan Tabligh Akbar kali ini, jika pada event penyelenggaraan sebelumnya bazar tidak dilombakan, namun pada event bulan Oktober ini. Dalam kegiatan tersebut, PRM–PRA Kertosari Utara turut berpartisipasi dalam lomba bazar bersama dengan 23 ranting lain se-Cabang Ponorogo Kota, dengan menghadirkan sebuah stand yang menjadi representasi kolaborasi antara bapak-bapak PRM dan ibu-ibu PRA. Bukan sekadar tempat berjualan, stand PRM-PRA KERTARA menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi warga sekaligus memperluas gerakan dakwah yang berbasis kebermanfaatan.
Salah satu daya tarik stand KERTARA adalah adanya pembagian peran yang saling melengkapi. Para bapak dari PRM Kertosari Utara membawa semangat digitalisasi dan pengembangan usaha melalui launching platform digital lapakprakertara. Platform tersebut hadir sebagai langkah awal untuk mendukung digitalisasi jual beli para pelaku usaha yang bernaung di Ranting ‘Aisyiyah Kertosari Utara. Melalui platform ini, produk-produk warga diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Tidak berhenti pada peluncuran platform, PRM Kertosari Utara juga menawarkan jasa pembuatan website secara gratis bagi ranting, masjid, maupun pelaku usaha yang membutuhkan media digital untuk membangun branding dan memperluas promosi usaha. "Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar KERTARA dalam menjawab perkembangan zaman: dakwah tidak hanya hadir di mimbar, tetapi juga melalui layar yang memanfaatkan teknologi, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi masyarakat," ungkap Wiwiek, Sekretaris PRA Kertosari Utara.
Sementara itu, ibu-ibu PRA Kertosari Utara menghadirkan beragam produk olahan dari para pelaku usaha anggota ranting. Berbagai produk tersedia di stand, mulai dari sayur, lauk, makanan ringan, hingga souvenir. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Produk dibanderol mulai dari Rp2.000, Rp10.000, hingga harga tertinggi Rp17.000.
Menariknya, harga tersebut telah mendapatkan subsidi dari PRA Kertosari Utara sebagai bentuk kepedulian dan upaya agar produk dapat dinikmati oleh masyarakat dengan harga yang ramah di kantong. "Dengan demikian, bazar bukan semata-mata aktivitas jual beli, melainkan juga menjadi momentum untuk berbagi, memberdayakan pelaku usaha, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," imbuh Wiwiek.
Tonikum Jawa, Seruput Tradisi – Sehat Penuh Arti
Ada satu lagi yang menjadi perhatian pengunjung. Stand KERTARA membagikan sampel gratis minuman tradisional Tonikum Jawa, yang menjadi salah satu produk unggulan ranting., berupa minuman yang terbuat dari Kunyit, Kencur, Jahe dan Gula Aren. Pengunjung yang melintas maupun yang datang ke stand dipersilakan mencicipi minuman tradisional tersebut. Langkah sederhana ini menjadi cara KERTARA memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka peluang agar produk unggulan ranting semakin dikenal oleh masyarakat luas. Semangat yang dibangun sederhana: produk warga dikenalkan, usaha warga diberdayakan, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Bazar KERTARA juga menghadirkan konsep yang dekat dengan kebutuhan jamaah. Seusai mengikuti Tabligh Akbar, ibu-ibu tidak perlu lagi bingung memikirkan menu makan siang untuk keluarga. Berbagai pilihan sayur, lauk, dan camilan telah tersedia di stand. Terdapat 16 item yang ditawarkan di stand Bazar, yaitu: Sayur Asem Sumringah dan Bothok, Garang Asem Ayam Kampung Bunni Ayem, Bakwan Jagung Premium, Cheese Stick Krik’A, Lumpur Surga Tiada Tara, Dimsum Umami, Samosa Bang Al, Cucur Rezeki, Dadar Gulung Sakinah, Bikang Merekah, Donat Labu Berkah (Dolabah), Ongol-ongol Qalbu, Spaghetti Bolognese, Tonikum Jawa, Brown Sugar Cincau, dan Totebag Hijrah. Pulang dari kegiatan pengajian, sekaligus membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
Ikhtiar dan kebersamaan tersebut akhirnya mendapatkan apresiasi. Berdasarkan penilaian dewan juri yang berasal dari unsur Perdakum Ponorogo, PDA Ponorogo, dan Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo, stand bazar PRM–PRA Kertosari Utara memperoleh skor total 864, untuk kategori Branding, Display, Edukasi & Kebersihan.
Atas capaian tersebut, stand KERTARA dinobatkan sebagai Juara 3 Lomba Bazar dalam rangka Tabligh Akbar PCA Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ponorogo. Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi seluruh keluarga besar PRM dan PRA Kertosari Utara.

