MALANG, Suara Muhammadiyah - Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Tingkat Nasional kedua yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur tanggal 21-24 September 2026 telah resmi dibuka oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin. KSM ini merupakan forum silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, sinergi lintas-kader, lintas-amal usaha, dan lintas-sosial budaya dalam rangka meneguhkan komitmen keislaman, kemuhammadiyahan, dan keindonesiaan. Melalui KSM peserta kemah belajar hidup bersama dengan saling berbagi: ilmu, pengalaman, keterampilan. Karena itu, KSM menjadi forum yang sangat strategis untuk menggerakkan spirit kejuangan dan persatuan dalam mewujudkan Islam dan Indonesia berkemajuan.
Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri, dalam laporannya menyampaikan, mengapa KSM penting, antara lain karena pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesi berkembang pesat. Pasca Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, dari 127 pesantren pada akhir tahun 2015 dan tersebar di 15 provinsi sekarang telah bertambah menjadi 450 pesantren tersebar di 29 provinsi. Namun Jumlah pesantren yang secara kuantitatif terus bertambah apabila tidak diikuti dengan upaya peningkatan mutu tidak akan ada artinya. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu, yakni melauiu KSM. Di dalam KSM diselenggarakan berbagai macam lomba baik yang bersifat akademik maupun non-akademik.
Izzul Muslimin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para santri pesantren Muhammadiyah ini adalah calon pemimpin masa depan. Oleh karena pada KSM ini Izzul minta kepada para santri untuk memanfaatkan kesempatan di KSM ini sebaik-baiknya. ia juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah telah banyak melahirkan tokoh besar.
Saat ini ada 23 tokoh Muhammadiyah yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Sebagai calon pemimpin masa depan, santri Muhammadiyah harus memiliki empat modal, pertama iman dan taqwa yang kuat. Kedua, akhlaqul karimah. Ketiga, berilmu pengetahuan yang luas dan mendalam. Keempat, mental dan fisik yang kuat.
Wakil Sekretaris LP2 PP Muhammadiyah, Soemanto, menuturkan, KSM tidak hanya dirancang untuk menjadi forum pertemuan para santri dari seluruh Indonesia, tetapi menjadi ajang kompetisi keagamaan, keilmuan, dan keterampilan, yang dapat menumbuhkan ghirah keislaman, spirit keorganisasian dan rasa nasionalisme yang tinggi.
Pada KSM ini juga diselenggarakan pameran pendidikan pesantren, pameran ekonomi k.reatif pesantren, temu ahli, perlombaan, dan aneka kegiatan kepanduan lainnya. Bahkan kali ini juga dilaksanakan Cek Kesehatan Gratis, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. KSM juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, antara lain Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Dirasah Islamiyah, Pidato Bahasa Arab, Story Telling bahasa Inggris, Ilqou-l-Qissho (Menyampaikan Cerita bahasa Arab) Baris Berbaris dan, Jelajah Alam. (diko)

