Luasnya Persada Buana, Kehadiran Tuhan Amat Dibutuhan Manusia

Suara Muhammadiyah

14 March 2026

477
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Umat Islam meyakini bahwa Allah sebagai Yang Maha Esa. Deklarasi ini termaktub di Qs al-Ikhlas ayat 1, qul huwallâhu aḫad.

Ayat 2, disambung dengan, allâhush-shamad. Relasi dari Ahad dan shamad di sini, kata Muhammad Saad Ibrahim, meniscayakan Allah benar-benar Maha Esa.

"Satu-satunya Dzat yang disebut as-sayyidul mutho', Dzat yang kemudian ditaati, karena seluruh sifat-sifat kesempurnaan itu ada padanya," tutur Saad.

Demikian kata shamad, juga bermakna kepada-Nya seluruh makhluk-Nya menggantungkan diri. "Allah akan tetap ada, tetap kekal, walaupun bahkan seluruh ciptaan-Nya itu telah musnah," jelasnya, Jumat (13/3) dalam program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim di TvMu Channel.

Di sinilah menunjukkan, manusia dalam menjalani kehidupan di belantara bumi, niscaya membutuhkan kehadirannya Allah di mana pun berada.

"Memerlukan pertolongan-Nya, memerlukan rahmat-Nya," ucap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Demikian pula, memerlukan Allah dalam konteks segala macam kebaikan yang ditaburkan di semesta raya. 

Hal ini berimplikasi dengan ajaran Nabi agar segala sesuatu yang dipinta, mesti ditujukan kepada pemilik otoritas tertinggi di semesta, bukan dengan yang lainnya.

"Maknanya, semakin sering kita minta kepada Allah, semakin mengingatkan kita akan kebesaran-Nya, ke-Maha-Kasih-Nya, dan ke-Maha-Hebatan-Nya," tegas Saad.

Jelas sekali terlihat lebih fundamentalnya relasi habl min Allah di situ. Yang titik pangkalnya segala pinta hamba kepada Sang Pencipta, pelan tapi pasti, mewujud seperti apa yang didambakan.

"Permintaan-permintaan apalagi untuk hal yang tampaknya kecil, relatif sekitar 80% bisa dikabulkan oleh Allah pada waktu itu atau sesegera mungkin," tegas Saad lagi.

Dengan semakin sering meminta kepada Allah, seluruh kebutuhan substansial untuk kehidupan, baik dunia maupun akhirat, niscaya bibir tidak pernah kering berdzikir kepada-Nya.

"Maka salah satu dzikir yang memiliki implikasi yang segera, yang cepat, adalah meminta, meminta, dan meminta kepada Allah," tekannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah  – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menamba....

Suara Muhammadiyah

24 September 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) U....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi Muhammadiyah STEPS Universitas Muhammadiyah Yogyakarta....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Tim asesor dari Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan ....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bersama....

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah