BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanglewas mengambil langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman. Pada Sabtu (20/12), bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas, Singasari, Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah, Madrasah Ahmad Dahlan resmi diluncurkan sebagai pusat penggodokan kader ideologis masa depan.
Bukan sekadar institusi pendidikan biasa, madrasah ini hadir sebagai respons konkret atas kebutuhan penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Fokus utamanya jelas: membentuk karakter, memperdalam pemahaman agama, dan memastikan tongkat estafet perjuangan Persyarikatan tidak terputus.
Inisiator Madrasah Ahmad Dahlan, Subekti Ridho, mengungkapkan bahwa pendirian wadah ini berawal dari rasa prihatin. Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berjalan apa adanya, melainkan harus terstruktur dan berkelanjutan.
"Kita perlu dukungan aktif dari seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk membina Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) agar memiliki landasan ideologi yang kokoh," tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PCM Karanglewas Narjo, menegaskan visi besar di balik peluncuran ini. Ia berharap Madrasah Ahmad Dahlan menjadi laboratorium karakter yang melahirkan kader berintegritas.
"Kami ingin menyiapkan kader yang tidak hanya siap bekerja, tapi siap melanjutkan perjuangan Persyarikatan dengan ideologi yang matang," tegas Narjo.
Dukungan penuh juga datang dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Banyumas. Tutugo Darto Suwito yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa kaderisasi adalah kunci keberlangsungan gerakan.
Di era yang serba cepat ini, Tutugo berpesan agar kader Muhammadiyah tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. "Kader harus berwawasan luas, namun tetap memiliki empati, berakhlak mulia, dan lincah dalam menghadapi perubahan zaman," pesannya.(Tarqum)

