Majelis Tarjih dan Tajdid Berikan Penghargaan kepada PWM Berprestasi dan Tokoh Tarjih Inspiratif
SURABAYA, Suara Muhammadiyah– Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan penghargaan (awarding) kepada sejumlah Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) serta tokoh inspiratif dalam rangkaian penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-33 Tarjih, Sabtu (7/11/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi Majelis Tarjih di tingkat Wilayah dalam mengembangkan kegiatan ketarjihan, sekaligus penghormatan kepada para tokoh yang telah lama mengabdikan diri dalam dakwah dan pengembangan pemikiran tarjih Muhammadiyah.
Dalam kategori lembaga formal pendidikan kader tarjih terbanyak dalam satu wilayah, penghargaan diberikan kepada Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur. Sementara Wilayah Jawa Tengah meraih penghargaan pada kategori penyelenggara musyawarah wilayah tarjih dengan peserta terbanyak dalam satu periode.
Sementara itu, kategori penyelenggara program sosialisasi ketarjihan terbanyak dalam satu periode diraih Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Barat. Adapun kategori penyelenggara pelatihan kader tarjih terbanyak dalam satu periode diberikan kepada Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulawesi Selatan.

Selain penghargaan kelembagaan, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga memberikan apresiasi kepada tokoh tarjih inspiratif. Penghargaan pertama diberikan kepada dr. H. Muhammad Fahmi Muqoddas sebagai tokoh tarjih inspiratif yang tercatat mengikuti Munas sejak 1970.
Penghargaan berikutnya diberikan kepada K.H. Amin Maksum sebagai tokoh tarjih inspiratif penggerak pengajian tarjih sejak 1960. Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas pengabdian panjang para tokoh dalam menjaga tradisi keilmuan dan menghidupkan dakwah tarjih di lingkungan Muhammadiyah.
“Pemberian penghargaan ini tidak sekadar menjadi ajang apresiasi, tetapi juga diharapkan memotivasi majelis tarjih di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan program kaderisasi, sosialisasi, musyawarah, dan penguatan pemahaman keagamaan. Pengabdian para tokoh senior pun menjadi teladan bagi generasi penerus dalam melanjutkan tradisi tarjih yang berkemajuan,” jelas Lailatis saat membacakan awarding tersebut. (gsh)