Muhammadiyah Student Competition Klaten Perkuat Tradisi Prestasi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 459 siswa dari 26 SMP dan MTs Muhammadiyah serta Aisyiyah se-Kabupaten Klaten mengikuti Muhammadiyah Student Competition (MSC) 2026. Kompetisi yang digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP/MTs Muhammadiyah Klaten ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Agus Setyawan Prasetyoko, Sabtu (31/10).

Pembukaan berlangsung di Meeting Room SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara. Hadir Kepala Dinas Pendidikan Agus Setiawan Prasetyoko STp,M.Hum, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Klaten, Drs. H. Wahono, Ketua K3S SMP/MTs Muhammadiyah Klaten, H. Harjana, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah kepala sekolah dan madrasah.

Ketua Panitia, Fakhreza Ramadhan, menyampaikan bahwa MSC perdana ini mempertandingkan 10 cabang lomba akademik dan nonakademik, meliputi tartil Al-Qur'an, dai, kaligrafi, Tapak Suci, tenis meja, futsal, Bahasa Inggris, IPA, Matematika, serta Keislaman dan Kemuhammadiyahan.

"Mengusung tema Berkemajuan, Berkarakter, Bersinergi dan Berdampak, MSC diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, dan mengukir prestasi," ujarnya.

Ketua K3S SMP/MTs Muhammadiyah Klaten, H. Harjana, S.Pd., M.Pd., mengatakan MSC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarsekolah dan madrasah Muhammadiyah. Kegiatan ini sekaligus diharapkan melahirkan siswa berprestasi yang dapat mewakili Klaten dalam kompetisi tingkat lebih tinggi, seperti Olimpiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional (OMBN) dan OlympicAD.

"Persiapan kegiatan ini berlangsung sekitar tiga bulan. Berawal dari studi banding ke Wonosobo, teman-teman K3S kemudian menggagas penyelenggaraan MSC. Alhamdulillah, kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana," ungkapnya.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Klaten, Drs. H. Wahono, mengapresiasi penyelenggaraan MSC sebagai langkah pembinaan prestasi peserta didik. Menurutnya, kompetisi ini dapat menjadi sarana menjaring bibit unggul untuk mengikuti OMBN maupun OlympicAD tingkat nasional.

Ia menegaskan, kompetisi juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pembinaan siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Agus Setyawan Prasetyoko, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan MSC. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan untuk mengembangkan bakat, minat, dan prestasi pelajar Muhammadiyah.

Menurut Agus, MSC bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan juga wadah silaturahmi dan pembentukan karakter generasi muda. Pelajar Muhammadiyah diharapkan mampu memadukan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

"Jadilah generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan menjunjung tinggi kejujuran. Bertandinglah dengan semangat, tunjukkan kemampuan terbaik, serta junjung sportivitas. Yang utama adalah menjadi generasi berakhlak mulia," pesannya.