METRO, Suara Muhammadiyah - Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026 pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Sejarah tersebut diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro.
Workshop yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam melakukan peninjauan dan penguatan kurikulum secara berkala. Langkah tersebut dilakukan agar kurikulum tetap responsif terhadap dinamika kebijakan pendidikan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja di era digital.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, Dr. Johan Setiawan, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kurikulum tahun 2026 difokuskan pada penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan profil lulusan yang adaptif terhadap tantangan global.
Menurutnya, lulusan Pendidikan Sejarah harus mampu mengintegrasikan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dengan literasi digital serta kemampuan berpikir kritis-historis.
“Pengembangan kurikulum berbasis OBE menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah berkontribusi secara jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Struktur kurikulum harus dirancang secara konstruktif dan terukur agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan pendidikan sejarah di era digital,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan narasumber utama Riswanto, M.Pd.Si., yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Aktivitas Instruksional (P3AI) UM Metro periode 2022–2025.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep dasar Outcome-Based Education (OBE), tahapan penyusunan kurikulum berbasis OBE, serta strategi penyelarasan antara CPL, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Ia juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran sejarah, termasuk pemanfaatan learning management system, media digital interaktif, serta pendekatan student-centered learning untuk meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pembelajaran sejarah di abad ke-21 tidak hanya berfokus pada penyampaian fakta, tetapi juga harus mampu mengembangkan kemampuan analitis, interpretatif, dan reflektif mahasiswa dalam memahami peristiwa sejarah.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis. Para dosen memberikan berbagai masukan konstruktif, mulai dari penyempurnaan struktur dan distribusi mata kuliah, penguatan mata kuliah berbasis riset dan pengabdian, hingga inovasi metode evaluasi pembelajaran yang selaras dengan prinsip OBE.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan standar nasional pendidikan tinggi serta tuntutan perkembangan pendidikan di era digital.
Kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten sebagai pendidik sejarah, tetapi juga visioner, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan di tingkat lokal maupun nasional.
