Rawat Tradisi Besar, Ortom Harus Tetap Kokoh Hadapi Perubahan Zaman

Suara Muhammadiyah

2 October 2026

99
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ekosistem kehidupan di organisasi otonom (orton) saat ini dihadapkan begitu kompleks. Karena itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mendorong perlu mengokohkan bangunan ortom tersebut.

“Jika kita tidak kokoh, kita bisa saja tidak tahu persis mana yang terpenting dari yang penting, apalagi yang tidak penting dan kurang penting dari yang penting,” tegas Haedar.

Lebih-lebih gempuran media sosial, niscaya menjadi tantangan yang semakin ruwet dan tidak mudah. “Sering membuat kita berada dalam realitas yang kompleks,” ujarnya, Jumat (2/10) saat Ta’aruf PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030 di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Yang kalau tidak bijak-bestari mengoperasonalisasikannya dan menghadapinya secara saksama, kondisi tersebut dapat menjadi ancaman yang perlahan menggerus bangunan ortom.

“Kalau kita tidak pandai-pandai menghadapinya juga kita tidak bisa berada dalam posisi yang kokoh itu dan mungkin larut di dalam arus media sosial. Sehingga kita bukan lagi menjadi aktor, bahkan mungkin menjadi objek penderita,” bebernya.

Haedar mengingatkan, Nasyiatul Aisyiyah berada dalam sistem besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Menurutnya, sistem besar tersebut telah memiliki tradisi yang panjang dan besar yang dalam pandangan Antropolog Amerika Serikat Robert Redfield disebut konsep Great Tradition (tradisi besar).

“Tradisi besar itu sebuah sistem yang di dalamnya ada sekelompok elite terpilih yang memiliki sistem kelembagaan yang unggul, yang kokoh, yang bagus, juga habit dari orang-orang di dalamnya menunjukkan budaya yang adiluhung,” jelasnya.

Budaya adiluhung itu, kata Haedar, sifatnya berada di atas. Dari sisi kulit luarnya, tampak elitis, tetapi juga mengandung nilai-nilai dasar yang reflektif.

“Yang selalu menjadi pusat perenungan inspirasi, yang kemudian orang-orang yang ada di dalam itu selalu menjaga tradisi besar itu,” sebutnya.

Bahkan, orientasinya biarpun punya institusi yang kokoh, selalu kosmopolit dan menjangkau yang terjauh sekaligus punya pengaruh yang besar. “Itulah Muhammadiyah,” ucapnya. Dibentangkan ihwal Muhammadiyah sebagai ormasi yang punya tradisi besar tersebut.

“Tradisi besar itu penting, karena dari situ kita selalu punya inner dynamic yang tinggi, yang selalu ingin berbuat yang terbaik, selalu ingin memberi pengaruh yang besar, dan kemanfaatan dan kemaslahatan yang terbaik,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Tim PPK Ormawa IMM Rosyad Sholeh Universitas ‘Aisyiyah (UNI....

Suara Muhammadiyah

29 September 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - UMSU Bisa Jadi Ikon Baru di Deli Serdang. Ketua Pimpinan Pusat Muhammad....

Suara Muhammadiyah

18 April 2025

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah -Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar akan melatih pengetahuan dan ....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Lazismu se-Kalim....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Berita

Teliti Kesejahteraan Spiritual Mahasiswa Non Muslim di Kampus Islam  YOGYAKARTA, Suara Muhamma....

Suara Muhammadiyah

20 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah