Ribuan Jamaah Tumpah di UM Bandung Rayakan Idul Fitri

Suara Muhammadiyah

20 March 2026

497
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Pagi ini, langit di kawasan timur Kota Bandung tampak cerah, seolah-olah turut menyambut sukacita Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejak fajar menyingsing, ribuan warga Muhammadiyah bersama masyarakat sekitar mulai berdatangan ke halaman parkir Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Jumat, 20 Maret 2026, untuk menunaikan salat Id.

Arus manusia mengalir tanpa henti, memenuhi setiap sudut halaman kampus yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752. Hamparan sajadah berwarna-warni membentang rapi, bahkan meluas hingga ke ruas jalan kampus dan area parkir belakang, menjadi pemandangan khas yang hanya hadir setahun sekali.

Suasana khidmat perlahan menyelimuti lokasi. Takbir menggema bersahut-sahutan, menyatukan ribuan hati dalam satu irama keimanan. Di tengah keramaian itu, wajah-wajah penuh harap dan kebahagiaan tampak jelas, mencerminkan kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Bertindak sebagai khatib, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Zaini Abdul Malik, menyampaikan pesan mendalam tentang makna Idul Fitri. Dia mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, karena masih diberi kesempatan menuntaskan ibadah Ramadhan hingga tiba di hari kemenangan.

“Semoga kita bisa kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Semoga juga ibadah saum Ramadhan dan salat-salat malam kita diterima Allah SWT. Kita berdoa kepada Allah SWT semoga dosa-dosa kita diampuni,” ujarnya dengan suara yang tenang tetapi penuh penekanan.

Dalam khutbahnya, Zaini menuturkan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan sosial. Dia mengingatkan pentingnya mempererat silaturahmi, baik dengan keluarga maupun kerabat yang mungkin selama ini jarang berjumpa.

Menurutnya, kehidupan yang terjebak dalam rutinitas tanpa interaksi sosial dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Sebaliknya, keterbukaan dalam bersosialisasi justru menjadi salah satu kunci untuk menjaga keseimbangan batin dan ketenangan jiwa.

“Gangguan mental itu sangat berbahaya. Oleh karena itu, saum itu ibadah fisik yang sangat bagus untuk kesehatan mental kita. Ditandai dengan kuatnya kita dalam menahan godaan dan selalu istigfar kalau ada hal-hal yang berakibat dosa. Karena sesungguhnya jihad yang paling besar itu adalah melawan hawa nafsu diri sendiri,” tandasnya.

Lebih jauh, dia menekankan bahwa Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang tidak hanya membentuk kesalehan spiritual. Namun, juga melahirkan pribadi-pribadi yang tangguh, sabar, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Usai salat Id dan khutbah yang disampaikan dengan penuh kekhusyukkan, jamaah perlahan membubarkan diri dengan tertib. Namun, suasana kebersamaan belum sepenuhnya usai. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen dengan berfoto dan merekam video berlatar gedung megah dan logo Universitas Muhammadiyah Bandung—sebuah penanda bahwa kebahagiaan Idul Fitri hari itu akan terus dikenang.***(FA/FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Program kolaborasi antara Unismuh Makassar dan Politeknik Singapura, ....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023

Berita

MAUMERE, Suara Muhammadiyah - Prestasi gemilang kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

MAROS, Suara Muhammadiyah - Memasuki bulan suci Ramadan, Lembaga Pengembangan Cabang – Ranting....

Suara Muhammadiyah

21 March 2024

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah — SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) menjadi tuan rumah kegiata....

Suara Muhammadiyah

7 October 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Akhir-akhir ini gerakan dakwah berbasis ekologis semakin menemukan mome....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah