YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rasa syukur yang mendalam dirasakan oleh seluruh elemen KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta dengan kedatangan kembali kafilah jemaah haji 1447 H./2026 M., atas izin dan perlindungan Allah SWT telah melaksanakan seluruh prosesi ibadah haji dengan baik, lancar serta sehat semuanya. Sebagai bentuk ungkapan syukur menggelar pengajian “Mangayubagyo Kedatangan Jemaah Haji KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta 1447 H./2026 M” sekaligus pengukuhan pengurus ALBHA (Alumni Bimbingan Haji ‘Aisyiyah) angkatan 2026 H./1447 H. Dilaksanakan bertepatan dengan moment 1 Muharam 1448 M. / 16 Juni 2026 M. di Graha Ibnu Sina, aula SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta jalan Kapas no. 7 Semaki Umbulharjo Yogyakarta.
Dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta, Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU) PDM, Kementrian Haji dan Umrah Kota Yogyakarta, Petugas Kloter 6 Embarkasi YIA, serta Pengurus KBIHU, Pembimbing, Pengurus ALBHA, dan Jemaah Haji 1447 H./2026 M. KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, juga mengundang jemaah haji tahun 2027. Materi inti adalah taushiyah pengajian dengan menghadirkan Dr. H. Agung Danarto, M. Ag. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam sambutannya Ketua KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, Ir. H. Rowi Sutaryo menyampaikan selamat sekaligus rasa syukurnya semua jemaah telah selesai melaksanakan prosesi ibadah haji dengan semangat kemandirian, kebersamaan dan kebermanfaatan. “Selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji 2026 yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian prosesi haji semoga menjadi haji mabrur dan selamat juga untuk jemaah 2027 telah melaksanakan manasik klasikal temu kedua semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahan Allah SWT," ungkapnya.
Rowi atas nama KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta juga menyampaikan permohonan maaf baik saat Pra Manasik, Manasik, pendampingan di tanah air maupun di tanah suci atas segala kekurangan. Juga ucapan terima kasih pada Kemenhaj beserta para petugas kloter atas bimbingan dan pendampingannya, juga pada pembimbing atas kesabaran dan ketawakkalannya dalam mendampingi semua jemaah.
Penuturan pengalaman selama musim berhaji di tahun 2026 M/1447 H, disampaikan oleh Ketua Kafilah KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta Hj. Dian Sari Dewi, S. S. Dian yang juga sekretaris Pengurus KBIHU ‘Aisyiyah mengungkapkan, ”Perjalanan haji tahun ini penuh pelajaran kesabaran, berlimpah hikmah bersama dengan indahnya ukhuwah, atas izin Allah SWT semua prosesi ibadah bisa dilalui dengan baik bersama keterbatasan, semoga semua berpredikat haji mabrur, dan mari menjaga kemabruran kita semoga mabrur sepanjang usia," harapnya.
Selaku Ketua Kafilah Dian melaporkan seluruh jemaah yang berjumlah 255 orang terdiri dari 105 jemaah laki-laki dan 150 jemaah perempuan semua dapat berhaji dengan lancar baik rukun wajib maupun sunahnya, termasuk saat tarwiyah. Semua jemaah dapat ke Raudhah, termasuk yang berkursi roda dengan nusuk.
Sambutan wakil jemaah haji disampaikan oleh H. Habib Qadim Setiawan, menyampaikam pesan kesan dan apresiasinya dalam merajut kebersamaan dalam beribadah haji dengan segala suka dukanya selama lebih dari 40 hari.
Sambutan dari PDM Kota Yogyakarta disampaikan oleh H. Edi Sukoco, S. Kep., Ns. juga mengungkapkan rasa syukurnya semua jemaah dengan selamat dan utuh telah tiba kembali di Kota Yogyakarta untuk melanjutkan menjaga kemabruran dengan menjadikan kehidupan sebagai ladang amal kebaikan.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Yogyakarta, H. Irfan Zainudin, SE dalam sambutannya mengemukakan bahwa selama ini KBIHU ‘Aisyiyah bersama Kemenhaj Kota Yogyakarta telah membangun sinergi yang erat sampai saat ini, dengan hubungan komunikasi yang semakin membaik. “Terima kasih KBIHU ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, atas kolaborasi yang terus berlanjut semakin erat dan kuat, untuk memberikan layanan yang semakin prima kepada para jemaah haji.” Ungkapnya.
Irfan juga berpesan pada jemaah haji 2027, “Mohon dipersiapkan seawal mungkin persiapan utama berhaji terkait istithoah kesehatan harus dijaga, karena ke depan semakin ketat aturannya, jadi kelola kesehatan lebih hati-hati jaga kesehatan, kurangi begadang, kopi-kopi, gorengan dan yang lainnya perbanyak buah dan sayur.”
Dalam acara Mangayubagyo haji tersebut juga sekaligus dilaksanakan pengukuhan pengurus ALBHA (Alumni Bimbingan Haji ‘Aisyiyah) Kota Yogyakarta 1447 H./2026 M. oleh Ketua PDA Kota Yogyakarta Hj. Rowiyah Muhsin, S. Ag. dengan susunan pengurus sebagai berikut :
Penasehat : Dr. H. Moh. Wibowo
Hj. Dian Saridewi
Ketua : H. Habib Kodim
Wakil Ketua : H. Tofan Arief Budiman Pane
Sekretaris : H. Moch. Harpan Nursitadhi
H. Agus Purwanto
Bendahara : Hj. Alia Ariesanti Purwohartono
Hj. Uun Sholihah
Dr. Hj. Titien Budhiaty
Bid. Dakwah dan Keagamaan:
- H. Muh Safii
- H. Kusbiantoro
- H. Fathurrohman Muh. Abdul Wahid
- H. Eko Putranto
Bidang Sosial dan Kesmas:
- H. Affoni Sutanto Hadi Subiyanto
- Hj. Alfia Nuriska Iskandar
- H. Kuat Widodo
- H. Rokhmat Fakhruddin
- H. Anton Himawan
- H. M. Farid Faidi
Humas dan Dokumentasi:
- Drg. Hj. Laelia Dwi Anggraini
- H. Nasirudin
- H. M Alfian Kusuma W
Bidang Dana Usaha:
- H. Prima Sanjaya
- H. M Akmalul Khuluk
- H. Aryo Timur
Penanggung Jawab:
Rombongan 3 : H. Agung Nugranto
Rombongan 4 : H. Moh Ashari Dahlan, H. Toto Widhi Darmanto
Rombongan 5 : H. Slamet, H. Dodik, H. Sunarto
Rombongan 6 : H. Yayan Hadiyan H. Seno Aji
Rombongan 7 : H. Maufiroh, H. Nasrullah Imamuddin, H. Sarwanto
Rombongan 8 : H. Hanung Kreshnagama A,H.Hatma Suryoharyo S,H. Agus Kurniawan
Rombongan 9 : H. Muh. Sodiq, H. Sukanda Marto Suwarno
Rowiyah berharap sebagaimana istilahnya pengukuhan, kepengurusan ALBHA akan tetap kukuh selamanya melewati tantangan untuk selalu menebar kebaikan kemabruran.
Acara inti Mangayubagyo adalah taushiyah yang disampaikan oleh Dr. H. Agung Danarto, M. Ag. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sesuai dengan spirit kegiatan mangayubagyo mengupas tentang “Menjaga Kemabruran Haji.” Agung mengungkapkan bahwa mabrur satu akar kata dengan birrun/al-birru seperti dalam QS Ali Imran ayat 133 yang berarti berlimpah kebaikan. Kebaikan tersebut sebagaimana pendapat An-Nawawi bisa dilihat dalam 2 hal, selama pelaksanaan ibadah haji dan yang kedua terutama setelah selesai berhaji, sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi,dalam peningkatan kebaikan dan kebermanfaatan.
“Jadi tanda kemabruran setelah pulang adalah perubahan, haji yang pokok memang hanya 5 hari, tetapi persiapannya bertahun-tahun mempersiapkan segalanya, bersyukurlah para jemaah sekalian yang telah diberi Allah kesempatan berhaji, tidak semua orang Islam bisa beribadah haji, karena diberi Allah kesehatan yang prima, rizki yang cukup untuk berangkat. Bersyukur dimampukan Allah berhaji yang merupakan puncak spiritual seorang muslim, penyempurna bangunan keislaman," ungkapnya.
Lebih lanjut Agung juga mengemukakan bahwa bukti kemabruran adalah ketaatan, taat siap diatur oleh Allah SWT, demikian halnya dalam kepemilikan rizki selalu menjadi pribadi yang gemar memberi “nyah-nyoh” (Jawa) terutama untuk mereka yang membutuhkan mulai dari orang-orang yang terdekat baik secara kekeluargaan/nasab maupun kedekatan tempat tinggalnya.
Agung yang pernah menjabat sebagai Ketua PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY (Periode 2005 sd 2010) juga menuturkan fakta bahwa meski namanya “KBIHU ‘Aisyiyah” di dalamnya juga berisi unsur-unsur Muhammadiyah, baik sebagai Pengurus, Pembimbing maupun Jemaahnya. “Sudah menjadi komitmen kita semua Pimpinan di Persyarikatan, bahwa di seluruh DIY, Muhammadiyah hanya punya satu KBIH yaitu KBIHU ‘Aisyiyah, mari kita besarkan dan kita bina, dan saat itu sudah kita ajak yang aktif di KBIHU yang lain diminta untuk aktif menghidupkan KBIHU 'Aisyiyah.” Pesannya.
(S. Intani)

