Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Tak Boleh Jalan di Tempat di Tengah Perubahan Zaman

Suara Muhammadiyah

30 September 2026

217
Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

DEPOK, Suara Muhammadiyah – Tantangan dunia saat ini sungguh sangat kompleks dan kalkulasinya sangat sulit bahkan rumit. Atas hal ini, Irwan Akib mendorong sekolah/madrasah Muhammadiyah mesti beradaptasi sekaligus melakukan perubahan sebagai bentuk respons atas perubahan zaman yang demikian hebatnya itu.

“Ketika sekolah tahun 60-70 an, tentu berbeda keadaannya dengan kondisi kita hari ini menghadapi anak-anak kita. Sehingga memang butuh perubahan, butuh inovasi dari kita semua di dalam menghadapi kondisi persekolahan kita,” ujarnya.

Meski demikian, menerima perubahan itu tidaklah mudah. “Bukan hanya bagi siswa, tetapi juga termasuk para guru-guru kita,” demikian disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul se-Indonesia, Senin (28/9) di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata Ciputat, Bojongsari Baru, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Irwan menyebut, melakukan perubahan merupakan keniscayaan. Sekolah/madrasah Muhammmadiyah didesak untuk segera melakukan perubahan agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab berbagai tantangan yang terus berubah.

“Persoalan yang kita hadapi sekarang ini cuma satu. Jawaban apa? Alternatifnya cuma satu; berubah atau mati. Itu aja,” tegasnya.

Dengan melakukan perubahan, sekolah/madrasah Muhammadiyah tidak akan kehilangan jati dirinya, tetapi justru akan semakin mampu berkembang dan menjawab tuntutan zaman.

“Ketika tidak mau berubah ya sudah, sekolah kita akan akan begitu-begitu terus dan pada akhirnya juga wasalam,” menggarisbawahi lebih lanjut.

Di situlah titik temu berlakunya pengejawantahan pola kepemimpinan inovatif. Yakni kepemimpinan yang bukan sekadar melakukan perubahan mengikuti tren, tapi harus mampu menggerakkan ekosistem yang ada dilingkungan satuan pendidikan masing-masing.

“Di sekolah kita tidak hanya memimpin memimpin guru dan karyawan, tetapi juga memimpin siswa, pemimpin pembelajaran. Inilah kemudian tantangannya menjadi kepala sekolah atau pimpinan di lembaga-lembaga pendidikan,” tegas Irwan.

Hal itu berbeda halnya Dalam memimpin sebuah perusahaan, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengelola dan membangun hubungan yang baik dengan para karyawan. Sementara, kalau memimpin sekolah, menghadapi guru, menghadapi karyawan, menghadapi siswa, menghadapi orang tua siswa.

“Ini juga semua kita butuh perubahan, butuh strategi bagaimana kemudian agar sekolah kita bisa tetap eksis mengikuti perkembangan yang ada,” sebutnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kehidupan modern ditandai dengan aneka kemudahan. Kemudahan u....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) kembali menorehkan prestasi gemi....

Suara Muhammadiyah

14 September 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo mengadakan up....

Suara Muhammadiyah

25 November 2023

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) diajak kolabo....

Suara Muhammadiyah

15 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Tim MBKM Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan sosi....

Suara Muhammadiyah

26 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah