YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Yogyakarta terus berupaya hadir memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat. Manifestasinya dengan mentasyarufkan beasiswa mentari.
Demikian Nuryanto Hari Murti mengemukakan. "Beasiswa ini memasuki batch IV. Jumlahnya ada 26 penerima manfaat," ujar Ketua Lazismu Kota Yogyakarta itu, Kamis (10/9) di Ruang Aula Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Nuryanto berujar, pentasyarufan tersebut sebagai manifestasi ikhtiar Lazismu Kota Yogyakarta dalam mendukung pendidikan.
"Bagaimana pun juga, orang tua menginginkan anak-anaknya dapat sekolah sampai selesai," tuturnya menggarisbawahi, meski dikungkung berbagai keterbatasan ekonomi, upaya orang tua itu nyata sampai ke titik itu.
"Ini ikhtiar Muhammadiyah khususnya PDM dan Lazismu Kota Yogyakarta untuk berbagi mewujudkan kepedulian dalam hal pilar pendidikan," terangnya.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Herynugroho menyampaikan, selama ini Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan tentang kepedulian, tetapi juga mengamalkannya.
"Beasiswa ini sebagai bentuk nyata Muhammadiyah melalui pendidikan," ujarnya.
Dana yang dihimpun di Lazismu Kota Yogyakarta, menurut Hery, telah terkelola dan tersistematisasi secara transparan dan akuntabel.
"Alhamdulillah dikelola dengan penuh kepercayaan oleh teman-teman Lazismu Kota Yogyakarta. Kami mendukung kegiatan di Lazismu. Insyaallah akan bermanfaat untuk umat," sambungnya, sebagai donatur dari beasiswa batch IV ini.
Sisi lain, Daelami bersyukur, Lazismu Kota Yogyakarta telah melaksanakan program pentasyarufan dengan baik. “Dan bisa tersalurkan kepada anak-anak,” sebutnya. Ia berharap kepada para siswa yang mendapat beasiswa ini agar bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Yang penting anak-anak semangat dalam belajar. Rajin menunaikan ibadah dan lanjutkan dengan doa semoga Allah memberikan jalan kemudahan meraih cita-cita,” tutur Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PDM Kota Yogyakarta tersebut.
Serupa itu, Aris Madani berpesan agar para siswa penerima beasiswa ini tidak patah arang dalam belajar. Baginya, dengan adanya beasiswa tersebut, menjadi pembakar semangat meraih prestasi yang terbaik di masa yang akan datang.
“Mereka yang beasiswa adalah anak-anak harapan, anak-anak yang akan menjadi orang-orang hebat di masa-masa yang akan datang,” ucap Ketua PDM Kota Yogyakarta itu.
Pada saat yang sama, Aris berharap, agar bertungkus lumus dalam berprestasi dan menjaga akhlak. “Jadilah anak yang saleh dan salihah. Jadi siswa yang berbakti kepada orang tuanya. Dan kebanggaan keluarga, kebanggaan Muhammadiyah, kebanggaan nusa dan bangsa,” tekannya.
Diperkuat Noviar Handi Al Fani, Beasiswa Mentari merupakan wujud sinergi Muhammadiyah dalam mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan.
“Program ini menyasar siswa-siswi berprestasi yang memiliki keterbatasan secara ekonomi,” tutur Pemerhati Lazsimu Kota Yogyakarta itu.
Melalui potensi dana yang dihimpun Lazismu, Noviar menjelaskan, Muhammadiyah berupaya menghadirkan dukungan pendidikan bagi mereka yang memiliki prestasi, tetapi menghadapi keterbatasan dalam pembiayaan pendidikan.
“Kami berupaya mewujudkan cita-cita tersebut melalui Program Beasiswa Mentari. Semoga program ini dapat terus berkelanjutan, berkembang, dan semakin meningkat kualitas maupun jangkauannya setiap tahun,” ungkapnya. (Cris)

