BANYUMAS, Suara Muhammadiyah — Sebagai upaya mewujudkan gerakan dakwah yang tidak monoton, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Singasari, Karanglewas, Banyumas resmi meluncurkan program perdana bertajuk Ajang Sharing Ringan / Angringan Ahmad Dahlan bertempat di halaman Balai Dakwah Muhammadiyah Singasari, Karanglewas, pada Ahad, (30 Rabiulakhir 1448 H / 11 Oktober 2026 M). Kegiatan mengusung tema ‘Kilas Balik Spirit Perjuangan Muhammadiyah’, yang dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana kaderisasi yang membumi bagi generasi muda persyarikatan.
Peresmian program inovatif ini ditandai secara simbolis melalui pengguntingan pita oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanglewas, H. Nardjo, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif progresif yang digawangi oleh AMM Singasari.
"Program Angringan Ahmad Dahlan ini merupakan program pertama di Karanglewas yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Singasari. Semoga program ini terus istiqomah berjalan sebagai wadah pembinaan yang bermanfaat," ujar H. Nardjo saat meresmikan acara.
Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Karanglewas, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Karanglewas, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Singasari, Pimpinan Ranting Aisyiyah Singasari, serta segenap pengurus dan anggota Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Singasari.
Sebelum prosesi peresmian, Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Singasari, Sigit Bahtiar Aji Saputra, S.Kom., dalam sambutannya menjelaskan esensi dari pembentukan wadah tersebut. Menurutnya, program ini sengaja dikemas dengan suasana angkringan yang sederhana namun penuh keakraban guna mencairkan suasana dan mempererat ukhuwah.
"Angkringan Ahmad Dahlan merupakan sebuah wadah yang dihadirkan sebagai ruang silaturahmi, tempat berkumpul, serta sarana pembinaan dan bimbingan bagi Angkatan Muda Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah," ungkap Sigit.
Ia menambahkan, wadah ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar bersama, bertukar pikiran, dan menumbuhkan semangat berorganisasi serta bermasyarakat secara berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Singasari, Sukirno, S.Pd., menekankan agar kegiatan diskursus pemuda ini tidak berhenti sekadar sebagai rutinitas seremonial belaka.
"Harapannya jangan hanya berhenti sebagai acara kumpul-kumpul. Setelah ngopi harus ada aksi, setelah berdiskusi harus ada solusi, dan setelah pulang harus ada kontribusi nyata bagi persyarikatan dan umat," tegas Sukirno.
Acara yang terbuka untuk umum dan menyediakan fasilitas santap ringan gratis berupa kopi, susu, serta camilan ini dimulai sejak pukul 20.00 WIB. Susunan acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dan prosesi peluncuran simbolis.
Setelah prosesi peluncuran, kegiatan berlanjut ke sesi inti berupa sharing materi mendalam mengenai "Kilas Balik Spirit Perjuangan Muhammadiyah Untuk Generasi Muda" yang dipaparkan langsung oleh narasumber utama, Ustadz H. Nardjo, S.Pd.I. Melalui sajian materi ini, para hadirin diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah agar terus relevan dalam menjawab tantangan zaman melalui gerakan dakwah yang berkemajuan. * (Rifqi)

