Abdul Mu’ti Resmikan DSSC SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Perkuat Pembelajaran Praktik Berbasis Industri

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd (tengah) didampingi Drs Marpuji Ali, MSi (Batik Parang Gurdha, samping kiri Abdul Mu'ti) dan Iskak Sulistiya, MAg (samping kiri Marpuji Ali) meresmikan Daihatsu School Skill Center (DSSC) SMK Muhammadiyah 2 Jatinom. Foto: Cris
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd (tengah) didampingi Drs Marpuji Ali, MSi (Batik Parang Gurdha, samping kiri Abdul Mu'ti) dan Iskak Sulistiya, MAg (samping kiri Marpuji Ali) meresmikan Daihatsu School Skill Center (DSSC) SMK Muhammadiyah 2 Jatinom. Foto: Cris

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan Daihatsu Vocational Expo 2026 & Launching Daihatsu School Skill Center (DSSC) SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Krajan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/10).

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Jatinom Titik Kodariah menyampaikan, kehadiran DSSC menjadi tonggak penting bagi penunjang pendidikan. Menurutnya, fasilitas ini bukan hanya sekadar gedung dan ruang praktek, tetapi wujud nyata kemitraan startegis antara dunia pendidikan dan dunia industri.

"Sejalan dengan arah kebijakan mutu pembelajaran saat ini, kami berkomitmen agar seluruh aktivitas dibengkel, di laboratorium, dan teaching factory tidak hanya berhenti pada rutinitas bisa melakukan semata. Praktik yang kuat harus diintegrasikan dengan pembelajaran mendalam," ujarnya.

Terkait pengembangan ke depan, Titik mengungkapkan, selama kurang lebih 10 tahun, sekolah berupaya membangun lingkungan pembelajaran praktik yang mendekati kondisi dunia kerja sesungguhnya.

“Dengan adanya DSSC ini, kami berharap praktik anak-anak TKR bisa sesuai dengan praktik di bengkel resmi. Sehingga, ketika lulus dari SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, mereka tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi saat masuk ke bengkel resmi,” ungkapnya.

Melalui kerja sama dengan Daihatsu, Titik berharap dapat terus meningkatkan kualitas kompetensi lulusan sekaligus membentuk karakter yang baik.

"Melalui kerja sama dengan Daihatsu ini, kami bisa menyiapkan kompetensi lulusan dengan lebih baik, sehingga anak-anak lebih mudah terserap di dunia kerja dan memiliki karakter yang baik,” tuturnya.

Sisi lain, Mu'ti menyambut baik peluncuran DSSC ini. Menurutnya, ini sebagai bentuk kemitraan strategis antara dunia industri dengan dunia pendidikan.

"Satu hal yang sangat menarik dari konsep di sini yang dikembangkan, saya mendapat penjelasan adalah bagaimana pendekatan teaching factory diterapkan untuk pelatihan-pelatihan di bengkel Daihatsu ini," ungkapnya dihadapan Bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah Marpuji Ali.

Mu’ti menjelaskan, karakteristik pendekatan teaching factory ialah memasukkan muatan karakter dalam setiap pokok bahasan pembelajaran. Ia mencontohkan pentingnya kejujuran, lebih-lebih dalam pekerjaan seperti bengkel.

"Pekerjaan-pekerjaan bengkel itu memang rawan terjadinya hal-hal yang mungkin namanya kecurangan di bengkel, itu ya. Mobil rusak dibawa ke bengkel malah tambah rusak, itu karena kejujuran tidak ditanamkan," ungkap Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Selain kejujuran, Mu’ti menekankan pentingnya disiplin dan keselamatan kerja. Keduanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran praktik karena berkaitan langsung dengan keamanan seluruh orang yang bekerja di lingkungan bengkel.

"Itu karakter yang melekat dalam teaching factory yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom bekerja sama dengan dengan Daihatsu ini," bebernya.

Ia berharap kolaborasi antara SMK Muhammadiyah 2 Jatinom dan Daihatsu dapat menjadi contoh pengembangan pendidikan vokasi yang mengintegrasikan kecakapan teknologi dengan pembentukan kepribadian, akhlak, dan budi pekerti luhur.

"Kerja sama ini pendekatan teaching factory dan pendekatan yang berkaitan dengan teknik-teknik bagaimana anak-anak bisa melaksanakan tugas sebagai mekanik juga menjadi contoh menarik bahwa kombinasi antara kemampuan teknologi, kecanggihan teknologi dan juga kepribadian dan akhlak serta budi pekerti yang luhur juga menjadi bagian penting dalam pendidikan," tandas Mu'ti. (Cris)