LDK PP Muhammadiyah Sinergi dengan Pondok Shabran UMS, Siapkan Dai Wilayah 3T
SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren dan Ma’had di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk memenuhi kebutuhan dai di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Komitmen tersebut mengemuka dalam perbincangan antara Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin dengan Kepala Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yuli, Jumat (6/11) di sela-sela Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Arifin menyampaikan, kebutuhan dai di kawasan terpencil dan pinggiran masih belum terpenuhi secara maksimal. Karena itu, pengiriman dai tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab LDK PP Muhammadiyah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh potensi kaderisasi Muhammadiyah, termasuk pesantren dan Ma’had di lingkungan PTMA.
“Potensi pesantren dan Ma’had PTMA sangat besar untuk mendukung gerakan dakwah. Kita membutuhkan dai yang tidak hanya memiliki bekal keilmuan agama, tetapi juga kesiapan mental, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian untuk hidup bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Pondok Shabran UMS yang selama ini menjadi salah satu mitra penting LDK PP Muhammadiyah. Pondok tersebut termasuk lembaga yang paling banyak menyuplai kader dai untuk program pengiriman ke berbagai daerah.
Menurutnya, kontribusi Pondok Shabran perlu menjadi inspirasi bagi pondok pesantren dan Ma’had PTMA lainnya agar turut mengambil bagian dalam menyiapkan kader dakwah.
"Semakin banyak lembaga yang terlibat, semakin besar pula peluang menjangkau masyarakat yang selama ini belum mendapatkan pendampingan secara memadai," terangnya.
Arifin menegaskan, tugas dai di wilayah 3T tidak cukup sebatas menyampaikan ceramah dan mengisi pengajian. Dai harus mampu membangun kedekatan, memahami persoalan masyarakat, melakukan pendampingan, serta mendorong pemberdayaan dan ketahanan sosial.
“Dakwah harus hadir bersama masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan manfaat nyata. Dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memberdayakan, mencerahkan, dan menggembirakan,” tambahnya.
Sinergi LDK PP Muhammadiyah dan Pondok Shabran UMS diharapkan semakin memperkuat gerakan kaderisasi dai sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pesantren dan Ma’had PTMA lainnya. Dengan demikian, dakwah Muhammadiyah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke pelosok negeri.