Padamkan Api Selagi Kecil

Ilustrasi
Ilustrasi

Padamkan Api Selagi Kecil

Oleh: Buya Anwar Abbas 

Jika ada masalah, jangan biarkan hal tersebut berseliweran dan mengganggu ketenangan hidup masyarakat—terutama jika berkaitan dengan politik, karena percikan apinya dapat menyambar ke mana-mana. Oleh karena itu, selesaikan masalah secepatnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

Hal ini penting dilakukan karena, seperti pesan orang-orang bijak di negeri ini: padamkan api selagi kecil. Sebab, jika sudah besar, api tersebut akan sulit dipadamkan—bagaikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)—sehingga semua orang akan terganggu dan kesulitan.

Dampak dari masalah ini bahkan bisa jauh lebih besar. Secara sosial, hal tersebut dapat membuat masyarakat terbelah ke dalam kubu-kubu dan poros tertentu, di mana akan tumbuh perasaan saling membenci dan memusuhi. Keadaan tentu akan semakin runyam bila pembelahan itu bertransformasi menjadi sesuatu yang permanen, sehingga dalam pergaulan sehari-hari hanya tersisa sekat antarkelompok, seperti istilah "kami" dan "mereka".

Bila keadaannya sudah seperti itu, tentu tidak mudah untuk menyatukannya kembali. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah pun telanjur bermasalah, yang pada akhirnya membuat posisi pemerintah semakin sulit dan rapuh. Tentu saja, kita tidak ingin hal itu terjadi.

Oleh karena itu, kita mengimbau pihak pemerintah agar segera mengambil tindakan. Secara ekonomi, jika ketidakpastian politik terus berlangsung dan berlarut-larut, kehidupan ekonomi masyarakat akan semakin terganggu: Para investor tidak akan mau berinvestasi. Lapangan kerja akan semakin mengecil. Nilai tukar rupiah akan melemah. Harga-harga kebutuhan pokok masyarakat akan naik akibat meningkatnya biaya distribusi dan risiko. 

Apabila hal ini terus berlangsung dan tidak terkendali, negeri ini dapat terseret ke dalam tiga jenis krisis yang saling berjalin berkelindan, yaitu krisis sosial, ekonomi, dan politik. Tentu kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi, karena biayanya sangat besar dan cara mengatasinya akan sangat sulit.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan