Parenting Keluarga Ibrahim as, Praktek Manasik Haji ‘Aisyiyah

Foto Istimewa
Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperkuat pola asuh orang tua dan memperkaya anak dengan nilai-nilai spiritual akhlak mulia terutama untuk salah satu amal usaha ‘Aisyiyah (AUA) yang dimilikinya yaitu TK ABA Ade Irma, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem), Kraton, Kota Yogyakarta dengan bantuan fasilitasi dari Bagian Kesejahteraan (Kesra) Kota Yogyakarta, menggelar “Pengajian Parenting Keluarga Ibrahim as dan Praktek Manasik Haji”. Dilaksanakan pada Jum’at, 23 Oktober 2026. Diikuti para Pimpinan, seluruh stakeholder TK ABA Ade Irma (Kepala TK, Pendidik, Peserta didik dan Wali Murid), serta warga Kadipaten Wetan dan sekitarnya. 

Kegiatan dimulai dan dibuka dari TK ABA Ade Irma (Pendhapa Suryoputran) jalan Ngasem 38 Yogya, dengan pengarahan dari PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem seputar ibadah haji dan umroh. Sekaligus sebagai tempat untuk memulai praktek ritual dalam berhaji. Yaitu berihram dari miqat sekaligus berniat haji dengan mengucapkan “Labbaika Hajjan” (Aku sambut panggilan-Mu yaa Allah untuk berhaji). Selanjutnya dengan membaca talbiyah semua peserta berjalan menuju Masjid Mangunwinatan (Kadipaten Wetan KP I/95) yang diumpamakan sebagai tenda Mina (untuk Tarwiyah dan mabit melempar Jumrah), tenda Arafah (untuk Wuquf) dan Muzdalifah (mabit).

Praktek berlatih wuquf di Arafah dengan khutbah wuquf diisi dengan “Pengajian Parenting Keluarga Ibrahim as”. Dalam sambutan selamat datang, ketua PRA Kadipaten Wetan dan Ngasem Dra. Hj. Enggarwaty mengungkapkan rasa Syukurnya atas izin Allah, Pengajian Manasik Haji dapat dilaksanakan berkat dukungan, bantuan dan partisipasi dari semua pihak para pimpinan PRA, TK ABA Ade Irma dan semua warga masyarakat di Kadipaten Wetan dan sekitarnya. “Semoga dengan pengajian manasik ini menjadikan kita semakin kuat imannya, banyak kebaikan dan amal shalihnya, dan dimudahkan Allah SWT untuk kita berkunjung ke Baitullah dalam melaksanakan haji maupun umrah," ungkapnya.

Kepala TK ABA Ade Irma, Supadmiyati, S.Pd. sangat mengapresiasi dengan dilaksanakannya pengajian parenting dan manasik haji. “Semua semangat dan bergembira, karena ini menjadi salah satu upaya kita untuk menanamkan nilai-nilai Islam sejak usia dini, mengenal Kakbah, dengan semua prosesi dalam berhaji. Sekaligus mengajak anak juga belajar bertanggung jawab, melatih kedisiplinan, kemandirian, keberanian saling menolong serta mentaati aturan dari para pembimbing dan guru," ujarnya

Pengajian Parenting Keluarga Ibrahim as disampaikan oleh Hj. Saffana Intani, S.Si. (Pembimbing KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta) menyampaikan bahwa Ibrahim as sering disebut sebagai “Bapak para Nabi” yang berhasil mendampingi keluarga dan mendidik keturunannya menjadi manusia-manusia mulia, diantaranya adalah manusia terbaik Rasulullah Saw. “Keluarga Nabi Ibrahim as adalah keluarga teladan yang diabadikan Allah dalam setiap prosesi dalam ber-Haji. Saat kita wuquf, melempar jumroh, thawaf, sa'i, dan lain-lain, sebenarnya kita juga sedang napak tilas kisah parenting terbaik sepanjang sejarah, kurikulum pengasuhan dan pendidikan keluarga Ibrahim as," ujarnya.

Intan selanjutnya memaparkan bahwa setiap anggota keluarga punya peran yang setara saling menguatkan dalam membangun dan memperkuat ketahanan keluarga. Sebagai ayah sebagaimana Ibrahim as menanamkan tauhid sebagai pondasi dalam hidup berkeluarga. Menjadi ibu sebagaimana Hajar yang sabar tak pernah putus asa dalam berikhtiyar, dan menjadi anak sebagaimana Ismail as yang mampu mengemukakan suara hatinya tanpa rasa bimbang takut dan khawatir. 

Kegiatan dilanjutkan prosesi praktek manasik haji berikutnya, untuk memberikan pengalaman langsung, kepada semua peserta terutama anak-anak agar dapat menyelami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Melaksanakan jumrah memberikan pesan bagaimana kita bisa mengelola perasaan, mengendalikan emosi lepas dari amarah yang bersumber dari syaitan. Tahallul mengajarkan bahwa semua kita harus bisa melepaskan diri dari simbul-simbul kebanggaan duniawi. Thawaf mengajarkan bahwa orientasi dan tujuan hidup kita berpusat pada Allah Sang Pencipta. Sai adalah simbul perjuangan hidup, keteguhan dan optimisme serta tawakkal hanya kepada Allah SWT semua akan kembali.

(S. Intani)